Seratusan Anak Pakistan Terinfeksi HIV Akibat Malapraktik

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 16 Mei 2019 - 16:39

JATIMNET.COM, Surabaya – Lebih dari 400 orang di Pakistan terinfeksi HIV, dengan sebagian besar anak-anak sepekan terakhir, akibat  peralatan medis yang tak steril dan malapraktik rumah sakit, dan dokter tak berkualifikasi.

Para orang tua pun terlihat mengantre, memeriksakan anaknya di sebuah klinik darurat di Pakistan Selatan.. Setidaknya, lima ruangan pemeriksaan HIV didirikan di Desa Wasayo, diluar Larkana, di Provinsi Sindh.

“Mereka datang lusinan”, kata dokter di klinik sementara, dengan peralatan yang serba kurang untuk merawat pasien yang terus meningkat.

Kemarahan dan ketakutan terus berkembang di desa miskin akibat epidemik yang diduga muncul baik akibat kelalaian, atau niat jahat dari dokter anak setempat, dikutip dari Aljazeera, Kamis 16 Mei 2019.

BACA JUGA: Dinkes Ponorogo Temukan Enam Orang Terjangkit HIV

Nisar Ahmed tiba di klinik dengan kemarahan mencari pengobatan anaknya yang berusia satu tahun, dan positif HIV tiga hari yang lalu. “Saya kutuk (dokter) yang menyebabkan anak-anak ini terinfeksi,” katanya dengan marah.

Di sebelahnya, Imam Zahdi mennemani lima anaknya untuk dites, setelah cucunya positif. “Seluruh keluarga sangat marah,” katanya kepada AFP.

Pakistan telah lama masuk dalam daftar negara dengan penyebaran HIV rendah, namun penyakit ini kini menyebar dengan alarm membahayakan, terutama di antara pengguna jarum suntik untuk narkoba, dan pekerja seksual.

Dengan sekitar 20 ribu orang terinfeksi HIV di tahun 2017, Pakistan kini menjadi negara kedua dengan pertumbuhan HIV tercepat di Asia, kata PBB.

BACA JUGA: Pasien HIV di London Sembuh Setelah Terapi Stem Cell

Berkembangnya populasi Pakistan juga menjadi beban atas akses kesehatan yang berkualitas mengikuti kondisi negara yang kekurangan investasi kesehatan dari pemerintah.

Hal ini menyebabkan populasi di pedesaan, terpapar petugas medis yang tak memenuhi syarat.

Petugas kesehatan provinsi juga mencatat, jika pasien berisiko tertular penyakit atau virus dari klinik, di mana suntikan sering dijadikan upaya pengobatan primer.

“Untuk alasan berhemat, dokter dukun itu akan menyuntik banyak pasien dengan satu jarum suntik. Ini bisa jadi penyebab utama penyebaran HIV,” kata Sikandar Memon, Manajer Program Provinsi dari Program Pengawasan Sindh Aids.

BACA JUGA: Data 14.200 Penderita HIV Singapura Bocor di Dunia Maya

Banyaknya jumlah dokter tak berkualitas dengan “suntikan yang dipakai berulang kali, transfusi darah tak aman, dan berbagai praktik medis tak aman lainnya”, telah menyebabkan peningkatan kasus HIV di beberapa tahun terakhir, kata Bushra Jamil, ahli penyakit infeksi di Universitas Aga Khan di Karachi.

“Malapraktik medis yang merajalela tanpa adanya pemeriksaan yang efektif menyebabkan wabah berulang di Pakistan,” kata Jamil.

Pihak berwenang yang meneliti wabah di Sindh mengatakan, jika dokter yang dituduh juga positif HIV.

Dari balik jeruji penjara di kota Ratodero, dokter tersebut menolak tuduhan dan dakwaan jika ia secara sadar menyuntik pasiennya dengan virus, sambil mengeluh jika dia dipenjara akibat tindak kriminal biasa.

BACA JUGA: Pecahan FDC Gantikan Tujuh Layanan ARV

Namun, bagi orang tua yang baru saja mendapatkan diagnosa itu, penyelidikan yang sedang berjalan itu tak banyak artinya, jika tak bisa memberikan informasi dan obat untuk mengatasi virus AIDS yang mematikan itu.

“Kami sangat lemah. Saya punya anak lain dan saya takut jika mereka mungkin akan terkena penyakit ini,” kata ibu lain yang anaknya positif HIV.

“Tolong kirim pengobatan untuk anak kami sehingga mereka bisa sembuh. Jika tidak, semua anak kami akan mati, kan?,”.  

Baca Juga

loading...