Sebuah Resor di Bali Larang Penggunaan Smartphone

Nani Mashita

Minggu, 17 Maret 2019 - 09:20

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebuah resor di Bali menerapkan aturan yang melarang penggunaan smartphone selama berada di sana. Tujuannya cuma satu yaitu memastikan pengunjungnya benar-benar menikmati liburan tanpa terganggu dengan telepon.

Ide tentang orang yang benar-benar liburan diimplementasikan Ayana Resort and Spa di Bali lewat program In the Moment. Program ini melarang pengunjungnya membawa ponsel cerdas di River Pool.  Aturan pelarangan ini berlaku mulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore setiap harinya.

Tentu saja aturan ini berbeda dengan kebanyakan hotel dan resor lainnya, yang sangat bergantung dengan postingan di media sosial untuk mendapatkan pengunjung yang datang.

BACA JUGA: Kokoon Grup Bangun Hotel di Banyuwangi

Yang dilarang juga bukan hanya smartphone tetapi juga perangkat elektronik lainnya seperti iPad, kamera digital, tablet dan Kindle adalah perangkat yang dilarang dibawa ke areal kolam renang sebagaimana tercantum dalam detoks digital. Resor ini menyediakan loker khusus bagi pengunjung yang tidak ingin berjauhan dengan ponsel.

"Etos River Pool adalah menciptakan tempat ketenangan, di mana para tamu dapat benar-benar bersantai dan menikmati saat ini," kata seorang perwakilan dari Ayana dikutip dari CNN Travel, Sabtu 16 Maret 2019.

Lalu apa yang bisa dilakukan pengunjung resor ini? Pengelola menyediakan sejumlah aktivitas seperti membaca buku atau majalah atau hanya sekadar berjemur. Resor ini juga menyediakan hiburan menyenangkan non-digital seperti Jenga, setumpuk kartu dan catur magnetik untuk membuat orang sibuk. Resor ini juga menyajikan menu koktail spesial Ayana yang disebut dengan Digital Detox.

BACA JUGA: Menjamurnya Apartemen Tekan Pertumbuhan Hotel di Jatim

Belum diketahui bagaimana dampak program pelarangan penggunaan ponsel ini terhadap kunjungan wisatawan ke resor tersebut.

CNN menuliskan grup pemasaran OnePoll merilis data di tahun 2018 yang menunjukkan bahwa 53 persen pelancong Amerika tidak bisa melepaskan diri dari ponsel. Fenomena itu bahkan memiliki nama - nomofobia.

Alasan penggunaan smartphone untuk bepergian adalah demi kepentingan menerjemahkan menu, memeriksa arah perjalanan atau mengonfirmasi pemesanan.

Dua puluh persen responden mengatakan mereka memeriksa ponsel mereka setidaknya sekali dalam satu jam saat bepergian, sementara 14 persen mengaku melakukan pengecekan dua kali dalam satu jam.

Baca Juga

loading...