Rawan Bencana, Kemendagri Minta Ada Lembaga Mitigasi di Daerah

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 11 Maret 2019 - 12:33

JATIMNET.COM, Surabaya – Indonesia disebut Kementerian Dalam Negeri sebagai wilayah dengan mayoritas rawan bencana. Kementerian itu meminta semua daerah di Indonesia memiliki lembaga yang menangani penanggulangan bencana.

"Karena di Indonesia hampir mayoritas rawan bencana, sehingga di daerah diharapkan dapat membentuk sebuah lembaga atau badan dalam hal penanggulangan bencana," kata Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Evan Nursetya Hadi di Kabupaten Bantul, Senin 11 Maret 2019.

Hal itu dikatakan Evan disela menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran Nasional ke-100 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke-8 di Lapangan Paseban Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kabupaten Bantul telah membentuk BPBD untuk menangani berbagai bencana, termasuk kebakaran.

BACA JUGA: BPBD Kabupaten Probolinggo Bentuk Desa Tangguh Bencana

"Apalagi kalau saya lihat di Bantul ini hampir semua jenis bencana ada,  mulai dari gunung meletus, banjir sampai ke abrasi laut pasang dan sebagainya ada semua, di BPBD kan 13 jenis bencana ada semua," katanya.

Evan menjelaskan, pembentukan kelembaagan penanggulangan bencana itu merupakan turunan dari undang-undang, yang menyatakan bahwa urusan wajib pelayanan dasar seyogyanya bisa berdiri sendiri menjadi dinas minimal tipe C.

"Tetapi karena prinsip pemerintah sekarang ini otonomi daerah, maka kita tidak bisa memaksakan, namun menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga bisa dirumpunkan dengan satu rumpun, misalnya dengan kebakaran dan trantibum," katanya.

Dengan demikian, lembaga penanggulangan bencana bisa juga melingkupi penanganan kebakaran seperti yang ada di Bantul.

BACA JUGA: Puluhan Hektar Sawah di Tulungagung Masih Terendam Banjir

Namun ia berharap lembaga tetap bisa mengalokasikan program kegiatan anggaran yang memadai dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

"Alhamdulilah,  saya melihat Bantul luar biasa pelayanan kepada masyarakat sudah bagus, sarana prasarana juga cukup memadai dari berbagai bermacam sumber, baik itu hibah maupun pengadaan sendiri," katanya.

Dia juga mengatakan, aparatur pemadam kebakaran di Bantul juga sering mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat), baik di pusat maupun di daerah dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat. (Ant)

Baca Juga

loading...