Ratusan Arsitek Ikuti Festival Arsitektur Nusantara di Banyuwangi

David Priyasidharta

Senin, 11 Maret 2019 - 15:32

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Sebanyak 175 arsitek dari seluruh Indonesia akan mengikuti Festival Arsitektur Nusantara yang digelar selama lima hari di Banyuwangi mulai Selasa 11 Maret 2019. Festival ini juga akan dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

“Festival Arsitektur Nusantara adalah komitmen Banyuwangi mendukung pengembangan kekayaan arsitektur lokal yang sangat beragam di Tanah Air," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin 11 Maret 2019.

Melalui siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Anas mengatakan di Banyuwangi, arsitektur adalah bagian penting dari pembangunan. "Kami menitipkan arsitektur sebagai produk kebudayaan kepada kemajuan ekonomi yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Festival ini berisikan acara pameran karya arsitektur, sharing session tentang apa dan bagaimana menjadi arsitek, hingga berbagai sesi diskusi oleh guru besar arsitektur, arsitektur kondang Indonesia, sampai dunia usaha.

BACA JUGA: Banyuwangi Dorong Pemasaran Online Produk Kopi Lokal

Ia mengatakan festival ini adalah hasil kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), PT Propan Raya, dan Arsitek Muda Banyuwangi (AMB).

Festival bakal dihadiri sejumlah arsitek kondang, seperti Andra Matin, Yori Antar, Budi Pradono, Jeffrey Budiman, Adi Purnomo, Denny Gondo, Achmad Noerzaman, dan masih banyak lagi.

Sebagian dari arsitek tersebut telah terlibat mengembangkan Banyuwangi dengan mendesain terminal bandara, lansekap destinasi wisata, hotel, ruang terbuka hijau, bangunan pemerintah, industri, hingga lembaga pendidikan dan kesehatan.

BACA JUGA: Diet Kantong Plastik, Upaya Banyuwangi Kurangi Sampah

”Banyuwangi beruntung karena arsitek-arsitek papan atas yang karyanya sudah lintas negara mau ikut terlibat dalam pengembangan Banyuwangi, sebuah daerah yang tak diperhitungkan dan jauh dari pusat ekonomi nasional,” papar Anas.

Menurutnya, Banyuwangi menjadikan arsitek dan arsitektur sebagai bagian integral dalam pembangunan daerah karena ingin bangunan publik tak sekadar sukses secara fungsional, tapi juga estetis dan berkelanjutan. “Sekaligus menjadi ikon dan destinasi wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, festival ini digelar sebagai ikhtiar membangun pemahaman bersama tentang pentingnya arsitektur dalam pembangunan daerah. ”Sekaligus meningkatkan awareness generasi muda kepada dunia arsitektur, sektor kreatif yang hingga kini secara nasional masih sangat kekurangan SDM,” ujar Anas.

BACA JUGA: Begini Cara Banyuwangi Mendongkrak Kapasitas Perajin Lokal

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Banyuwangi, Mujiono, menambahkan, dalam festival tersebut, para arsitek akan mengikuti lokakarya dan mengunjungi sejumlah ruang publik di Banyuwangi yang telah mendapat sentuhan arsitek.

"Lokakarya akan mengangkat berbagai tema seputar peran arsitektur dalam pariwisata dan industri kreatif untuk pengembangan daerah,” ujarnya.

Dalam festival tersebut juga akan diluncurkan buku "Banyuwangi Now" karya penulis spesialis arsitektur, Imelda Akmal. Buku tersebut mengupas tentang kemajuan Banyuwangi dengan berbagai pembangunan yang melibatkan arsitek.

"Juga akan diumumkan sayembara arsitektur Tourist Information Center (TIC) Banyuwangi. Kami mengajak seluruh arsitek untuk ikut menyumbangkan idenya desain bangunan TIC di kaki Gunung Ijen Banyuwangi,” imbuh Azwar Anas.

Baca Juga

loading...