JATIMNET.COM, Probolinggo – Anda penyuka buah durian, tak ada salahnya mencicipi varietas buah durian yang berada di kaki Gunung Argopuro, tepatnya di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Selain rasanya manis dan sedikit pahit, varietas buah durian di lokasi ini memiliki keistimewaan, dibanding buah durian pada umumnya.

Warga setempat menyebut durian ini, dengan julukan durian Sikasur Susu atau Raja Tupai. Nama raja tupai diambil, lantaran durian ini identik sebagian buahnya bekas gigitan tupai.

Sekretaris Kecamatan Krucil, Sutrisno mengatakan, varietas durian Raja Tupai tergolong langka, lantaran pohonnya hanya ada satu di wilayah Kecamatan Krucil, dimana berusia puluhan tahun lantaran sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

BACA JUGA: Menikmati Aneka dan Cita Rasa Durian di Banyuwangi

Sampai saat ini keberadaan pohon tersebut benar-benar dijaga. Pihak kecamatan berencana untuk mengembangkan varietas durian Raja Tupai sebagai durian unggulan wilayah setempat.

"Untuk jenis durian ini, sementara kita lakukan penelitian dulu mas, karena tergolong langka. Dan kedepan kita berencana membudidayakan durian jenis ini," terangnya, Sabtu, 1 Desember 2018.

Sutrisno menyebut, dalam sekali panen, pohon durian Raja Tupai hanya menghasilkan sekitar 16 buah saja. Dan karenanya, saat dijual ke pasaran harganya cukup mahal yakni Rp 100 ribu perbuah.

"Dari segi rasa dan ukurannya, durian ini jenis super mas, karena ketebalangan dagingnya 40 persen, sementara kulit dan bijinya tipis. Pasti puas menikmatinya." ujar Sutrisno.

Lebih lanjut, Sutrisno menyampaikan, di Kecamatan Krucil sendiri ada beragam varietas durian seperti durian Montong dan Mentega. Beragam varietas durian itu, bisa anda beli di beberapa desa wilayah Kecamatan Krucil diantaranya, Desa Guyangan, Pandan Laras, dan Plaosan.

Data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, menyebutkan produktifitas tertinggi penghasil durian daerah setempat adalah Kecamatan Krucil yakni 675 ton buah dari 37.861 pohon.

Lalu Kecamatan Tiris 448 ton dari 37.326 pohon, Kecamatan Lumbang 122 ton dari 836 pohon, Kecamatan Gading 27 ton dari 1.790 pohon, Kecamatan Sukapura 11 ton dari 750 pohon, Kecamatan Pakuniran 8 ton dari 640 pohon, Kecamatan Banyuanyar 2 ton dari 16 pohon dan Kecamatan Besuk 1 ton dari 13 pohon.