Puluhan Pekerja Migran Dideportasi Mandiri dari Malaysia

David Priyasidharta

Minggu, 2 Juni 2019 - 06:49

JATIMNET.COM, Dumai - Sebanyak 81 pekerja migran Indonesa dideportasi secara mandiri atau biaya sendiri dari Malaysia. Mereka tiba di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai, Riau, dengan menumpangi Kapal Ferry Indomal Express bersama penumpang mudik Lebaran 2019, Sabtu 1 Juni 2019.

Sejumlah petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyambut kedatangan puluhan pekerja migran ini di Dermaga Pelabuhan Internasional Pelindo I Dumai, sekitar pukul 14.00 WIB.

Setibanya di Pelabuhan Dumai, para pekerja migran yang bekerja di Malaysia ini dikumpulkan untuk pengecekan dokumen dan selanjutnya dibawa ke Kantor P4TKI di Kelurahan Jaya Mukti, Kota Dumai, Provinsi Riau.

BACA JUGA: Jenazah Pekerja Migran Asal NTT ke-44 Tiba di Kupang

"Nanti dibawa ke kantor untuk didata dan selanjutnya untuk proses pemulangan lebih lanjut," kata seorang petugas.

Puluhan warga Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Pelabuhan Port Dickson Malaysia ini berasal dari berbagai daerah. Mereka sempat menjalani hukuman di sebuah Kamp di Machap Umboo, Malaka.

Muhammad Arifin asal Flores, Nusa Tenggara Timur, mengaku senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air setelah sempat dipenjara di kamp sehingga dapat merayakan Idul Fitri dengan anak istri di Solo, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Kawal Mudik Pekerja Migran, Jatim Siapkan Posko di Juanda

Untuk dapat pulang ke Indonesia, diakuinya, puluhan TKI keseluruhan pria ini harus mengeluarkan biaya 135 Ringgit Malaysia diperoleh dari sumbangan teman dan kerabat, dan dibantu pengurusan dokumen oleh Kedutaan Besar RI setempat.

"Kami senang akhirnya bisa pulang ke Indonesia, sebelumnya sempat dipenjara delapan bulan oleh Pemerintah Malaysia," kata Arifin.

Para peketrja migran ini berharap bisa berkumpul dengan keluarga saat Idul Fitri 1440 Hijriah, Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Lombok, Aceh, Flores, Jawa, Makassar dan daerah lain di Indonesia. (ant)

Baca Juga

loading...