Logo

Hadapi Kekeringan, Bupati Yani Salurkan Bansos untuk 1.177 Petani Gagal Panen

Reporter:,Editor:

Rabu, 08 July 2026 11:20 UTC

Hadapi Kekeringan, Bupati Yani Salurkan Bansos untuk 1.177 Petani Gagal Panen

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat memberikan bantuan kepada salah satu petani terdampak gagal panen, di pendopo kecamatan Cerme. Foto: Diskominfo Gresik

JATIMNET.COM, Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada 1.177 petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban petani sekaligus bentuk kepedulian pemerintah terhadap dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan secara langsung kepada para petani penerima manfaat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik setelah pemerintah daerah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Kami berharap Gresik terbebas dari banjir dan kekeringan sehingga petani bisa kembali panen dan semakin sejahtera," ujar Bupati Yani, Rabu, 8 Juli 2026.

Bupati Yani menegaskan sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya melindungi para petani dari berbagai risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

BACA: Bupati Gresik Warning Keras: Kepala Puskesmas Jangan Jadi “Raja Kecil"  

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño menyebabkan curah hujan menurun sehingga musim kemarau berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah.

Data Pemkab Gresik menunjukkan sebanyak 56 desa yang tersebar di 11 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan sepanjang 2026. Atas dasar itu, pemerintah menetapkan status siaga darurat sebagai langkah percepatan penanganan dampak bencana.

Melalui kebijakan tersebut, BPBD Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada 1.177 petani yang terdampak gagal panen di Kecamatan Cerme, Duduksampeyan, dan Benjeng.

BACA: Ganja 3,37 Ton yang Diselendupkan Akan Dijadikan Cairan Vape 

Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Gresik juga menginstruksikan BPBD bersama Dinas Pertanian untuk memperkuat berbagai langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi normalisasi embung, peningkatan jaringan irigasi, penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan, hingga mengoptimalkan pemanfaatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Salah seorang penerima bantuan, Wati, petani asal Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah kepada petani yang terdampak kekeringan.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli kepada kami para petani," ujarnya.

Pemkab Gresik berharap bantuan sosial yang disalurkan dapat membantu menjaga keberlangsungan ekonomi para petani sembari menunggu musim tanam berikutnya. Di sisi lain, penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen apabila musim kemarau berkepanjangan kembali terjadi.