Logo

BPBD Jatim Perkuat Budaya Tanggap Bencana di Sekolah, Guru SMA hingga MA Disiapkan Jadi Fasilitator SPAB

Reporter:,Editor:

Selasa, 07 July 2026 08:23 UTC

BPBD Jatim Perkuat Budaya Tanggap Bencana di Sekolah, Guru SMA hingga MA Disiapkan Jadi Fasilitator SPAB

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto saat memaparkan materi kebencanaan, Selasa, 7 Juli 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kapasitas guru SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) agar mampu menerapkan sekaligus menyebarluaskan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah masing-masing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Facilitator (TOF) SPAB bagi guru SMA, SMK, dan MA se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Gatot mengatakan, para peserta pelatihan diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu kebencanaan di sekolahnya, tetapi juga menjadi fasilitator yang dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada guru di jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

"Harapannya ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini tidak berhenti di SMA, SMK, dan MA saja, tetapi juga dapat ditularkan kepada guru-guru SD maupun SMP sehingga budaya tanggap bencana dapat tumbuh sejak dini di lingkungan satuan pendidikan," katanya.

BACA: Sopir Truk Terjepit Usai Kecelakaan Tiga Kendaraan di Benowo Surabaya, Evakuasi Berlangsung Dramatis 

Menurut Gatot, percepatan penerapan SPAB masih menjadi tantangan besar di Jawa Timur. Dari total 4.088 SMA sederajat di provinsi ini, sebanyak 3.645 sekolah atau sekitar 89,2 persen berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Meski demikian, hingga saat ini baru sekitar 95 sekolah atau sekitar dua persen yang telah mendapatkan pelatihan SPAB.

"Kondisi ini menunjukkan masih perlunya percepatan peningkatan kapasitas sekolah agar mampu menghadapi berbagai ancaman bencana. Guru menjadi ujung tombak karena merekalah yang setiap hari berinteraksi dengan peserta didik," ujarnya.

Sebanyak 50 guru perwakilan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti TOF SPAB yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Juli 2026, di The Southern Hotel Surabaya. Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi BPBD Jawa Timur bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur.

BACA: Diduga Terpeleset Saat Beraktivitas di Bantaran Kalimas, Pemuda 21 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam 

Program ini menjadi kelanjutan dari pelatihan daring yang telah dilaksanakan pada 22–23 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi SPAB di satuan pendidikan.

Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, menilai peningkatan kapasitas guru dalam bidang kebencanaan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sekolah yang aman dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman," katanya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kebijakan dan peta jalan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.

Pada hari kedua, para guru juga mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur untuk mengenal lebih dekat fasilitas edukasi kebencanaan. Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menyusun rencana tindak lanjut agar edukasi kesiapsiagaan bencana dapat diperluas ke lebih banyak sekolah, termasuk jenjang SD dan SMP.