Logo

Empat Pasar di Probolinggo Jadi Pilot Project Digitalisasi Retribusi

Target Rampung Dua Bulan
Reporter:,Editor:

Selasa, 14 July 2026 06:12 UTC

Empat Pasar di Probolinggo Jadi Pilot Project Digitalisasi Retribusi

Wabup Probolinggo, Ra Fahmi AHZ saat memimpin rapat Optimalisasi Tata Kelola Retribusi Pelayanan Pasar. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai mempercepat penerapan digitalisasi retribusi di pasar tradisional. Program tersebut akan diawali di empat pasar percontohan yang ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dua bulan sebelum diperluas ke seluruh pasar di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Empat pasar yang dipilih sebagai proyek percontohan meliputi Pasar Dringu, Pasar Semampir, Pasar Maron, dan Pasar Paiton. Melalui sistem ini, pembayaran retribusi akan dilakukan secara digital sehingga transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan terdokumentasi secara elektronik.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat optimalisasi tata kelola retribusi pelayanan pasar yang dipimpin Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ di Ruang Pertemuan PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Selasa, 14 Juli 2026.

Rapat itu merupakan tindak lanjut hasil studi komparasi Pemkab Probolinggo ke Kota Madiun yang dinilai berhasil menerapkan digitalisasi dan elektronifikasi retribusi pasar.

Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ menegaskan, transformasi digital bukan hanya mengubah sistem pembayaran dari tunai menjadi elektronik. Pemerintah ingin membangun tata kelola pasar yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan.

"Digitalisasi retribusi pasar bukan sekadar mengubah pembayaran dari tunai menjadi elektronik. Yang ingin kita bangun adalah tata kelola pasar yang lebih modern, transparan, akuntabel dan benar-benar memberikan kemudahan bagi para pedagang serta kenyamanan bagi masyarakat. Karena itu, saya minta seluruh perangkat daerah bergerak bersama agar empat pasar percontohan ini bisa terimplementasi dalam dua bulan dan menjadi model bagi pasar-pasar lainnya di Kabupaten Probolinggo," tegas Ra Fahmi.

Untuk memenuhi target tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memperkuat koordinasi. Persiapan meliputi validasi data pedagang, penyediaan jaringan internet, pengembangan aplikasi pembayaran, hingga kolaborasi dengan sektor perbankan agar sistem dapat berjalan optimal sejak tahap awal.

Jika implementasi di empat pasar berjalan sesuai rencana, Pemkab Probolinggo akan menerapkan sistem serupa secara bertahap di pasar-pasar tradisional lainnya.