Produksi Turun, Petani Garam Probolinggo Gagal Panen

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Senin, 5 Agustus 2019 - 13:52

JATIMNET.COM, Probolinggo – Petani garam di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengaku merugi karena harga garam di tingkat petani merosot di angka Rp 550 per kilogram.

Selain itu, turunnya hujan beberapa bulan terakhir di wilayah Kabupaten Probolinggo membuat proses kristalisasi tambak garam berlangsung cukup lama sehingga berdampak pada hasil produksi yang menurun.

BACA JUGA: HPP Garam Dibutuhkan Petani untuk Stabilkan Harga Garam

Seperti diungkapkanMustakim, petani garam desa setempat. Menurutnya dengan harga garam Rp 550 per kilogram tak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkannya. “Upah pekerja saja Rp 50 ribu per orang sehari,” katanya, Senin 5 Juli 2019.

Menurut Mustakim, idealnya harga garam di tingkat petani sebesar Rp 800-Rp 900 per kilogram baru petani garam bisa mendapat untung.

Akibat murahnya harga garam membuat Mustakim kurang bersemangat memproduksi garam. Dari 12 petak tambak garam miliknya seluas 5 hektare, hanya 6 petak yang berproduksi. “Jangankan mendapatkan untung, balik modal saja sudah syukur,” ungkap Mustakim.

BACA JUGA: PT Garam Diminta Terlibat Stabilkan Harga Garam Jawa Timur

Petani garam lainnya, Hamdani juga mengungkapkan, selain harga garam merosot petani juga dihadapkan pada produksi garam yang juga menurun karena hujan sering turun di wilayahnya.

Hamdani menjelaskan, biasanya dari lahan seluas 15 X 70 meter persegi petani mampu panen garam 5 kali, sekarang hanya bisa panen 3 kali saja dengan jumlah setiap panen mencapai 3 ton. “Saya harap ada solusi dari pemerintah melalui dinas terkait agar kami tak merugi,” harapnya.

Baca Juga

loading...