Presiden Amerika Serikat Larang Terbang Seluruh Boeing 737 Max

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 14 Maret 2019 - 11:39

JATIMNET.COM, Surabaya – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan larangan terbang bagi seluruh varian Boeing 737 Max, termasuk Max 8 dan Max 9. 

Sikap ini dilakukan mengikuti temuan terbaru dari penyelidikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

“Kami mengeluarkan larangan terbang darurat untuk max 8 dan 9 dan yang berkaitan dengan varian itu. Semua pesawat yang sedang terbang akan dilarang terbang setelah mendarat di tujuan. Pilot dan semua maskapai sudah diberi tahu. Maskapai juga setuju dengan sikap ini untuk  menjamin keselamatan penduduk AS dan semuanya,” kata Presiden AS Donald Trump dilansir dari bbc world Kamis 14 Maret 2019.

Boeing menyatakan mereka yakin dengan keamanan 737 MAx.

BACA JUGA: Banyak Dikritik, AS Tetap Tolak Kandangkan Boeing

Namun setelah berkonsultasi dengan otoritas penerbangan federal AS (FAA) dan dewan keselamatan transportasi nasional, Boeing memutuskan melarang 737 Max untuk terbang 'mengikuti banyaknya kekhawatiran dan untuk memastikan keselamatan pesawat dalam penerbangan umum,".

"Kami sedang melakukan semua upaya untuk memahami penyebab kecelakaan bersama dengan para penyelidik, meningkatkan keamanan dan memastikan ini tidak terjadi lagi," kata Presiden, Pimpinan Eksekutiv, dan Chairman Boeing Dennis Muilenburg.

Pernyataan itu mengikuti temuan FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional di lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Terlihat jelas pada semua pihak jika jalur penerbangan Ethiopian Airlines sangat dekat dengan pola terbang Lion Air. Bukti yang kami temukan di tanah membuat semakin jelas jika pola penerbangan sangat dekat dengan milik Lion Air," katanya.

#FAA statement on the temporary grounding of @Boeing 737 MAX aircraft operated by U.S. airlines or in a U.S. territory. pic.twitter.com/tCxSakbnbH

— The FAA (@FAANews) 13 Maret 2019

Dalam pernyataan di Twitter, FAA menyebut saat ini sedang menyelidiki informasi rekaman penerbangan dan rekaman suara di kokpit. Larangan terbang berlaku hingga hasil penyelidikan selanjutnya.

BACA JUGA: Kemenhub Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Larangan FAA disebut BBC sebagai pernyataan yang paling akhir dilakukan setelah sejumlah negara seperti Uni Eropa, Cina, India, Australia telah mengeluarkan larangan lebih dulu.

Setelah pernyataan tersebut saham Boeing naik dengan harga USD 377, meskipun nilai pasar perusahaan jatuh hingga kisaran USD 26 miliar sejak pesawat Ethiopioan Airlines jatuh.

Larangan terbang bagi seluruh varian Max berdampak pada penumpang sejumlah maskapai yang mengoperasikan Boeing 737 Max.

Southwest Airlines mengatakan segera memindah 34 pesawat dari jadwal layanan.

BACA JUGA: Keluarga WNI Penumpang Ethiopian Airlines Bantu Identifikasi Post Mortem

Meskipun Southwest Airlines menjadi maskapai dengan jumlah pesawat Boeing terbanyak, mereka menyebut armada 737 max hanya menyumbang 5 persen dari penerbangan harian.Southwest menawarkan "kebijakan pesan kembali yang fleksibel"  berarti setiap pelanggan yang memesan penerbangan menggunakan pesawat 737 max 8 bisa memesan kembali menggunakan penerbangan alternatif, "tanpa tambahan biaya atau perbedaan tarif dalam 14 hari dari jadwal penerbangan mereka semula,".

American Airlines menyebut Max bekerja hingga 40 penerbangan sehari. "Melalui kombinasi rebooking pelanggan dan menggunakan pesawat cadangan, kami tidak mengantisipasi dampak operasional yang signifikan sebagai akibat dari kebijakan ini," kata American Airlines dalam sebuah pernyataan.

BBC mencatat setidaknya ada 28 maskapai yang mengoperasikan Max 8. Nama Lion Air masuk dalam daftar dengan jumlah pesawat sebanyak 10 buah. Selain Lion Air, Garuda Indonesia juga mengoperasikan Max 8.

BACA JUGA: Larangan Cina Setelah ET302 Ethiopian Airlines Jatuh

Boeing sendiri telah memproduksi 737 Max sejak januari 2017. Varian terbaru  dari 737 itu mengirim 350 pesawat dari 5.011 pesanan hingga akhir Januari.

Baca Juga

loading...