Tuntutan muncul setelah 737 Max8 Ethiopian Airlines Jatuh

Banyak Dikritik, AS Tetap Tolak Kandangkan Boeing

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 13 Maret 2019 - 16:00

JATIMNET.COM, Surabaya - Otoritas penerbangan federal AS (FAA) menolak mengeluarkan larangan terbang bagi Boeing 737 Max8 mengikuti banyaknya permintaan dan kritik dari dalam  negeri.

Sejumlah desakan datang dari politisi dan pekerja penerbangan dalam negara paman sam.

Dilansir dari BBC World Rabu 13 Maret 2019 Ted Cruz, Senator Republik yang memimpin subkomite dalam penerbangan dan pesawat mengatakan "saya percaya jika sangat bijaksana bagi AS untuk melarang 737 Max terbang sementara , hingga FAA mengkonfirmasi keamanan pesawat dan penumpang,".

Sementara Senator dari Partai Demokrat Edward Markey dan Rochard Blumenthal mengajukan permintaan dalam bentuk tertulis yang dikirim kepada FAA.

Mereka menyebut - "polisi keselamatan penerbangan kami dipertaruhkan" dan meminta Boeing 737 Max dilarang terbang “hinga agensi bisa memutuskan bahwa pesawat bisa beroperasi dengan aman,".

BACA JUGA: Kemenhub Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Permintaan lain juga datang dari kandidat presiden dari Demokrat Elizabeth Warren. Kandidat perempuan ini mengatakan FAA seharusnya mengikuti negara lain untuk "mengeluarkan pesawat dari angkasa" dan "segera".

Sementara senator Republik Mitt Romney mengatakan "Diluar banyaknya kewaspadaan dalam penerbangan publik, FAA seharusnya melarang 737 Max terbang sampai kami menyelidiki penyebab kecelakaan terakhir dan menjamin kelaikan terbang pesawat," katanya.

Selain dari politisi, permintaan agar 737 Max dilarang terbang juga datang dari serikat pekerja penerbangan, CWA union. Mereka meminta FAA "untuk melarang 737 Max terbang di AS karena banyaknya kewaspadaan,".

BACA JUGA: Singapura Larang Boeing Terbang Masuk dan Keluar Changi

Presiden CWA union Sara Neilson mengatakan, "AS memiliki sistem penerbangan teraman di dunia, tapi warga Amerika butuh kepemimpinan untuk memberikan kepastian,”.

"FAA harus memutuskan bertindak untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada sistem,".

Hingga saat ini dua maskapai AS yang banyak mengoperasikan pesawat 737 Max tidak menghentikan penerbangan. Dua maskapai itu adalah Southwest Airlines dan American Airlines.

Southwest Airlines menawarkan perubahan jadwal bagi penumpang yang terbang dalam sebuah penerbangan pesawat Boeing. Sedangkan American Airlines mengatakan "kebijakan standar untuk mengubah jadwal masih berlaku,".

BACA JUGA: Larangan Cina Setelah ET302 Ethiopian Airlines Jatuh

Atas desakan itu FAA mengatakan jika review menunjukkan "tidak ada isu kemampuan sistematik" dan tidak ada dasar untuk mengandangkan Boeing.

<

Menurutnya tidak ada otoritas penerbangan yang "menyediakan data kepada kami untuk menjamin tindakan".

Boeing telah mengkonrfimasi jika dalam beberapa bulan terakhir mreka telah mengembangkan "software kontrol penerbangan" untuk pesawat, namun mengatakan jika mereka yakin pesawat aman untuk terbang.

Terkait pelarangan Boeing 737 Max 8, sejumlah negara telah mengandangkan burung besi versi ini dan melarang pesawat ini terbang di negara mereka. Beberapa di antaranya seperti Indonesia, Cina, Australia, Inggris, dan Uni Eropa.

Baca Juga

loading...