Singapura Larang Boeing Terbang Masuk dan Keluar Changi

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 12 Maret 2019 - 14:52

JATIMNET.COM, Surabaya - Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menangguhkan seluruh versi dari Boeing 737 Max8 untuk terbang masuk dan keluar dari negaranya.

Keputusan itu diambil mengikuti jatuhnya Boeing 737 Max 8 dalam penerbangan ET 302 Ethiopian Airlines pada Minggu. Seluruh penumpang berjumlah 157 orang meninggal di dalamnya dilansir dari BBCworld.

Bandar Udara Changi di Singapura adalah bandara keenam tersibuk di dunia. Namun tak jelas apakah penerbangan yang menggunakan 737 Max8 akan dibatalkan.

.Singapura kini menjadi negara pertama yang melarang seluruh varian dari pesawat Boeing Max. Penangguhan berlaku sejak pukul 14:00 waktu setempat atau pukul 06:00 (GMT) dengan jangka waktu yang tidak disebutkan hingga kapan.

BACA JUGA: Kata AS Setelah Indonesia, Cina, Ethiopia Kandangkan Boeing

Sejumlah maskapai dan otoritas pemerintah Indonesia, Cina dan Ethiopia sebelumnya telah mengandangkan varian Boeing 737 Max8

CAAS menyebut aturan ini akan berdampak pada sejumlah maskapai. Seperti SilkAir yang mengoperasikan 7 Boeing 737 Max8, juga China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines dan Thai Lion Air.

Otoritas penerbangan itu mengatakan bekerjasama dengan kelompok Bandara Changi dan maskapai untuk meminimalisir dampak pada penumpang.

Sikap itu berbanding terbalik dengan notifikasi laik terbang bai Boeing 737 Max8 yang sebelumnya dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Federal AS, mengikuti dua kecelakaan fatal.

BACA JUGA: Lion Air Grounded 10 Pesawat Boeing 737 MAX 8

Kecelakaan fatal itu menjadi yang kedua pada model pesawat yang sama dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.

Boeing sendiri dikabarkan telah memproduksi 737 Max8 sejak januari 2017. Varian terbaru  dari 737 itu mengirim 350 pesawat dari 5.011 pesanan di akhir Januari.

Baca Juga

loading...