PPK Mayangan Alami Hipertensi akibat Kelelahan

Zulkiflie

Rabu, 24 April 2019 - 16:51

JATIMNET.COM, Probolinggo – Tim Dokkes Polresta Probolinggo melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para penyelenggara pemilu guna mengantisipasi jatuhnya korban akibat kelelahan.

Salah satu yang menjadi perhatian petugas adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Satu persatu petugas setempat diperiksa petugas Dokkes di sela-sela proses rekapitulasi surat suara, Rabu 24 April 2019.

Tak hanya petugas PPK, tim medis juga memeriksa kesehatan petugas pengawas, para saksi partai politik dan petugas pengamanan TNI dan Polri.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi kesehatan para petugas pemilu mengalami hipertensi dengan tekanan darah antara 140 hingga 170,” kata Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal.

BACA JUGA: LPP PKB Probolinggo Klaim Selamatkan 40 Suara yang Hilang

Tingginya tensi darah para penyelenggara pemilu, menurut Alfian, disebabkan kerja lembur dan kurang istirahat. Hal tersebut menjadi pemicu, naiknya tekanan darah meski sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan hipertensi.

“Karena rata-rata mengalami hipertensi, kami bagikan suplemen, vitamin dan obat penurun tekanan darah agar tidak kelelahan atau drop saat menjalankan tugas,” kata Alfian Nurrizal.

Sementara itu, Petugas PPK Mayangan, Bidang SDM dan Parmas, Mohammad Fathurrohim mengatakan, masih ada dua kelurahan yakni Jati dan Mangunharjo yang belum rampung direkapitulasi.

BACA JUGA: PKB Klaim Rekapitulasi 70 Persen TPS di Probolinggo Bermasalah

Dijelaskannya rekapitulasi yang belum selesai itu, yakni tersisa surat suara DPRD Kota Probolinggo. “Yang belum (penghitungan) hanya surat suara DPRD, sedangkan empat jenis surat suara lainnya sudah rampung,” kata Mohammad.

Selain faktor fisik dan psikis, penyelenggara tingkat PPK juga disebabkan banyaknya jumlah hak pilih di Dapil 2 Mayangan bisa menjadi salah satu faktor lain. Yakni jalannya proses rekapitulasi surat suara yang berlangsung cukup lama.

“Agar semua petugas tidak kelelahan, akan diatur dengan memberikan toleransi jeda waktu istirahat, bagi para penyelenggara dan saksi parpol. Namun target batas maksimal rekapitulasi adalah hari ini (Rabu 24 April), harus tetap dilakukan agar tidak mengganggu proses rekapitulasi di tingkat KPU,” Mohammad memungkasi.

Baca Juga

loading...