LPP PKB Probolinggo Klaim Selamatkan 40 Suara yang Hilang

Zulkiflie

Selasa, 23 April 2019 - 18:54

JATIMNET.COM, Probolinggo - Wakil Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo Mustofa mengklaim berhasil menyelamatkan sekitar 40 suara dari tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.

Mustofa mengatakan 40 suara itu hilang setelah ada selisih perolehan suara PKB yang tertera di Form Plano C1, dan Form C1 salinan yang dipegang saksi.

Menurutnya, selisih suara itu terjadi di TPS 14, 7 dan 21. Di TPS 14 tertulis 23 suara, hasilnya mendapat 40 suara. Di TPS 7 tertulis hasilnya menjadi 65 suara. Sedangkan di TPS 21 tertulis 21 hasilnya menjadi 31 suara.

BACA JUGA: PKB Klaim Rekapitulasi 70 Persen TPS di Probolinggo Bermasalah

“Saya ingin mengoreksi statemen ketua KPU yang menyatakan jika temuan kami tidak ada implikasi dengan jumlah peroleh suara. Nyatanya, dari perjuangan kami selama tiga hari ini ada buktinya,” ujar Mustofa.

Mustofa bersikukuh bahwa sekitar 70 persen TPS dari total sekitar 3.504 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo masih bermasalah terkait penghitungan perolehan suaranya.

"Sampai saat ini, tim kami di 24 kecamatan masih update informasinya. Insyaallah dua hari ke depan, akan kami dorong ke PPK untuk mengoreksi apakah ada selisih yang sama persis terjadi,” tukasnya.

BACA JUGA: Lima Anggota Bawaslu Probolinggo “Ambruk” Usai Awasi Pemilu

Sementara Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Probolinggo Rifkohul Ibat menyebutkan, dari laporan panwascam masing-masing, saksi parpol sudah menerima ihwal selisih suara, setelah menampilkan C1 Plano dari foto pengawas TPS.

“Memang di situ sudah terjadi beberapa perubahan, terutama di salah satu parpol, namun sudah dibenahi,” kata Ibat, Selasa 23 April 2019.

Berdasarkan laporan anggota panwascam, informasi selisih suara yang diterima Rifkohul Ibat hanya sekitar 10 suara. Selebihnya, kata Ibat, hanya ada kekeliruan soal penulisan jumlah saja. Ia menjelaskan, sampai saat ini Bawaslu belum mendapati adanya laporan serupa di kecamatan lainnya.

Baca Juga

loading...