Polisi Amankan Mahasiswa Penyusup saat Aksi Hari Buruh

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 1 Mei 2019 - 21:41

JATIMNET.COM, Surabaya – Polrestabes Surabaya mengamankan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Surabaya. Mereka diduga menyusup di dalam kerumunan buruh yang hendak menyuarakan pendapatnya dalam peringatan hari buruh Internasional atau Mayday.

Polisi mengamankan mahasiswa tersebut lantaran tidak memiliki izin. Penyebabnya aksi FMN ini menimbulkan kericuhan dengan sejumlah wartawan yang saat itu mengambil gambar aksi kelompok mahasiswa tersebut.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonard Simarmata mengatakan aksi kelompok mahasiswa dari FMN Surabaya tersebut tidak memiliki izin. Terlebih kelompok tersebut berusaha menyusup di tengah tengah buruh yang hendak menyuarakan pendapatnya.

 “Aksi di kawasan Grahadi yang memiliki adalah SARBUMUSI NU, dan kegiatannya adalah istigosah. Sedangkan FMN tidak memiliki izin aksi di Jalan Gubernur Suryo," kata Leonard Simarmata, Rabu, 1 Mei 2019.

BACA JUGA: Tuntutan Buruh Amankan Nasib Pekerja Hingga 20 Tahun

Dia menambahkan saat ini polisi mengamankan beberapa mahasiswa untuk dimintai keterangan di Mapolrestabes Surabaya.

Leo sapaan akrabnya menjelaskan bahwa, sekelompok massa dari FMN Surabaya ini dianggap melanggar ketertiban umum. Karena setiap aksi demo harus mengantongi izin keramain dari kepolisian.

“Tidak ada elemen lain (selain buruh) yang melakukan kegiatan di Grahadi. Sebetulnya dari kami, tidak ada masalah jika ada koordinasi. Tapi ada hal-hal yang di luar ketertiban umum, jadi harus diamankan,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Batu itu juga mengaku kalau anggotanya sempat mengamankan dua anggota dari FMN Surabaya. Keduanya diduga melakukan provokasi ricuh kepada massa. “Kejadiannya tadi sore (Rabu, 1 Mei 2019),” katanya.

BACA JUGA: Jumlah Pekerja Paruh Waktu di Jatim Meningkat

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya juga mengamankan lima mahasiswa yang menamakan dirinya Anarko. Lima mahasiswa ini diamankan lantaran hendak melakukan tindakan anarkis.

"Aksi mahasiswa itu langsung kami amankan sebelum melakukan aksi provokasi dan anarkis sama seperti yang terjadi di Bandung," kata perwira dengan tiga melati itu. 

Sama seperti pernyataan Leo, kelima mahasiswa ini tidak mengantongi izin aksi dari kepolisian. Selain itu, aksi ini diduga dilakukan dencan cara menyusup saat demo aksi buruh menyambut Hari Buruh Internasional.

Baca Juga

loading...