Polda Jatim Periksa Empat Koordinator Tour Jihad

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 20 Mei 2019 - 12:23

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) masih menelusuri paket wisata dengan nama Tour Jihad. Sebab nama tersebut dikhawatirkan timbul persepsi negatif berkaitan dengan aksi tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta,

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan saat ini pihaknya telah memeriksa empat orang yang berkaitan dengan tour jihad tersebut.

Keempatnya berinisial R, C, P dan M yang sampai saat ini masih diperiksa di Direktoral Kriminal Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Satu lagi adalah inisial A, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan Tiga Bus yang Akan ke Jakarta

“Tour jihad ini sangat terorganisir,” kata Luki. Dia menambahkan tour jihad ini menempatkan beberapa orang yang bertugas seperti bendahara, mencari kendaraan, dan menjalankan media sosial (medsos).

Perwira dengan dua bintang itu akan terus menyelidiki aktor intelektual biro perjalanan tour jihad tersebut. Sebab wisata dengan nama tour jihad ini diatur cukup rapi oleh biro perjalanan wisata.

Salah satu dari empat koordinator tour jihad menjelaskan perjalanan tersebut hanya mengajak ibu-ibu belanja ke Tanah Abang serta beribadah di Masjid Istiqal, Jakarta. Selain itu koordinator perjalanan tersebut membantah jika biro perjalanan ikut aksi demo 22 Mei 2019.

BACA JUGA: Polisi Gelar Razia Antisipasi Pergerakan People Power 

Meskipun sudah meminta maaf, Luki tetap memproses keempat orang yang menjadi koordinator Tour Jihad tersebut. “Penyidik masih memeriksa dan belum kami tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Penangkapan terhadap keempat koordinator tour jihad ini menindaklanjuti laporan masyarakat. Sebab nama tour jihad ini disinyalir memiliki hubungan dengan aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.

Meskipun begitu, Polda Jatim dapat menjerat kelima orang tersebut sebagai tersangka dengan pasal 160 KUHP, dan Pasal 161 Jo pasal 53 KUHP tentang menghasut orang lain. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” jelasnya.

Baca Juga

loading...