Sidang Sengketa Pilpres 2019

Polda Jatim Kerahkan 9.313 Personel Pengamanan

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 13 Juni 2019 - 11:16

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengerahkan 9.313 personel gabungan untuk membantu pengamanan sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami menyiapkan 6.331 personel dan dibantu TNI 1.782 personel untuk pengamanan di Jatim. Sebanyak 1.200 personel sudah berada di Jakarta mulai 17 Mei 2019,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat diwawancarai usai Apel Konsolidasi Ops Ketupat Semeru 2019 di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Kamis 13 Juni 2019.

Luki mengungkapkan, pengamanan menjadi atensi penting Polda Jatim dan Forum Komando Pimpinan Daerah (Forkompinda). "Kasus yang menjadi atensi yaitu pasca pemilu seperti pembakaran Polsek Tambelangan,"  kata dia.

BACA JUGA: Polda Jatim Kerahkan 1.200 Personel Amankan Gedung MK

Ia menyampaikan, pengamanan di Jatim akan dimulai pada 14-28 Juni 2019 di titik-titik tertentu seperti Kantor KPU, Bawaslu, gudang logistik, dan obyek-obyek vital di Jatim.

"Dalam apel konsolidasi ini kami dibantu oleh TNI, stakeholder, tokoh agama dan dari pimpinan gubernur juga sangat perhatian dalam maalah keamanan Jatim," kata dia.

Ia juga sudah mengimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat agar meminta kepada masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta selama sidang putusan MK.

BACA JUGA: Kapolda Jabar Imbau Masyarakat Tidak ke Jakarta Kawal Sidang

Kapolda berharap agar situasi dan masyarakat Jatim tetap kondusif dan aman. "Kami meminta agar masyarakat Jatim tidak ada yang ke Jakarta, dan memperbanyak doa akan lebih bagus, supaya Indonesia ini aman," katanya.

Untuk mengantisipasi tidak terjadi peristiwa seperti pembakaran Polsek Tambelangan, kata dia, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan tokoh agama.

Tiga hari yang lalu, Polda Jatim melakukan kesepatakan dengan tokoh agama, khususnya Madura untuk tidak terjadi lagi peristiwa seperti di Tambelangan.

Baca Juga

loading...