Polda Jatim Kantongi Aktor Kerusuhan yang Sembunyi di Ponpes

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 26 Mei 2019 - 18:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) akan memburu beberapa aktor pelaku pembakaran Kantor Polsek Tambelangan Kabupaten Sampang yang diduga bersembunyi di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Sampang.

“Kami sudah identifikasi pelaku yang saat ini sedang bersembunyi,” kata Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan saat diwawancarai wartawan di rumah dinas Kapolda Jatim Jalan Bengawan Solo, Minggu 26 Mei 2019.

Luki mengaku Polda Jatim sudah memiliki data identitas beberapa aktor pelaku pembakaran polsek. Namun ia enggan untuk menyampaikan nama-nama yang terindikasi sebagai aktor kerusuhan.

Namun pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para ulama hari ini (26 Mei 2019), untuk membantu menyerahkan pelaku.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Pembakar Mapolsek Tambelangan

“Kami akan berintdak secara professional, nanti bersama pak wakapolda (Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto) langsung turun dan kami tidak akan salah,” kata dia.

Dalam mengidentifikasi para pelaku sekaligus otak perusakan Mapolsek Tambelangan, Polda Jatim memanfaatkan informasi teknologi (IT) selama penyelidikan.

Selain itu, Polda Jatim bisa menelusuri pelaku maupun aktor penyebab kerusuhan melalui barang bukti yang diambil dari Polsek Tambelangan. Barang bukti ini mempermudah menemukan motif dan mengetahui dalang kerusuhan.

“Saat ini sudah kami periksa tokoh-tokoh di balik kerusuhan, Insya Allah hasilnya akan berkembang terus, dan kami juga mendapat support dari para kiai. Kami akan ungkap terus sampai ke akar-akarnya,” kata Irjen Pol Luki.

BACA JUGA: Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang, Polisi Temukan 30 Bom Molotov

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang KH Bukhori Maksum menyampaikan pihaknya dengan para ulama sangat prihatin dan sangat kecewa peristiwa pembakaran tersebut. Dia berharap Polda Jatim segera menyelesaikan dengan tuntas.

“Kami yakin (para ulama), tanpa aktor dan otak utama sebagai pihak ketiga, itu mungkin bisa terjadi,” kata dia.

Bukhori menyampaikan agar menangkap aktor otak di belakang peristiwa itu. Dalang di balik pembakaran ini agar segera diproses secara hukum yang berlaku.

Baca Juga

loading...