Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia sebanyak 230 Orang

David Priyasidharta

Sabtu, 27 April 2019 - 07:03

JATIMNET.COM, Jakarta - Petugas pemilu dari seluruh Indonesia yang wafat dalam menjalankan tugasnya terus bertambah. Per Jumat 26 April 2019 sore pukul 16.00 WIB, terhitung 230 orang yang meninggal dunia.

Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik mengkonfirmasi itu melalui pesan singkatnya. "Ya, wafat 230, sakit 1.730," kata Novida.

Ketua KPU Arief Budiman menyebut, para petugas yang wafat sebagai pahlawan demokrasi. "Saya menyerukan para penyelenggara Pemilu mendoakan, saling menguatkan, baik mereka yang saat ini sedang menyelenggarakan tugas beratnya mau pun yang sudah meninggal dunia," ucap Arief.

BACA JUGA: Khofifah Imbau Pemda Berikan Tunjangan Pendidikan

KPU melakukan tindak lanjut atas hal itu dengan mengusahakan pemberian santunan. Adapun mengenai nilai nominal uang santunan masih perlu menunggu keputusan Kementerian Keuangan. "KPU maunya hari ini selesai (proses di Kementerian Keuangan). Kalau nilai nominal yang diusulkan KPU adalah Rp 36 juta," tuturnya.

Ditanya mengenai evaluasi terkait hal tersebut, dia tidak banyak memberikan komentar. Menurut dia, saat ini KPU masih bekerja dalam proses pascapemilu, sehingga terlalu dini untuk melakukan evaluasi. "Evaluasinya nanti, kalau pemilunya sudah selesai," ujar dia.

Sementara di Jawa Timur, jumlah petugas pemilu yang meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya sebanyak 58 orang, dua diantaranya anggota Polri.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan santunan kepada keluarga korban penyelenggara pemilihan umum yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya ini.

"Atas nama pemprov dan rakyat Jatim, saya ucapkan belasungkawa dan turut duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela pemberian santunan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat petang.

BACA JUGA: Khofifah Serahkan Santunan ke Keluarga Petugas Pemilu yang Meninggal

Khofifah memberikan santunan sebesar Rp 15 juta per keluarga korban yang diwakili ahli waris, serta piagam penghargaan atas dedikasinya terhadap bangsa dan negara. Pada kesempatan tersebut, gubernur perempuan pertama di Jatim itu meminta keluarga korban untuk tabah dan bersabar, sekaligus berdoa agar arwah korban diterima di sisi Allah SWT.

"Semua yang kita cintai, sesungguhnya bukan milik kita dan akan kembali ke pemiliknya, yaitu Allah SWT. Semoga dosa-dosa almarhum diampuni dan kebaikannya dicatat sebagai amal ibadah," ucap mantan menteri sosial tersebut.

Sedangkan, bagi petugas yang sedang dirawat, ia telah berkoordinasi dengan rumah sakit di daerah agar dilayani sebaik-baiknya, bahkan jika ada yang harus dirujuk ke rumah sakit tipe A harus diakomodasi. (ant)

Baca Juga

loading...