Percepatan Pembangunan Bozem untuk Tingkatkan Kualitas Produksi Air 

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 14 Maret 2019 - 15:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan pembangunan bozem (waduk buatan) selesai pada akhir Maret 2019. Adapun bozem yang dimaksud meliputi bunderan Mayjend Sungkono dan kawasan Pakuwon Trade Center (PTC).

“Akhir Maret ini saya harapkan selesai. Tinggal saluran yang kami push (dorong) pengangkutan tanahnya," kata Risma saat sidak di Bunderan Mayjend Sungkono, Kamis 14 Maret 2019.

Dalam prosesnya pengerjaan pembangunan bozem seharusnya sudah lebih dari 50 persen. Akan tetapi selama ini para pekerja terkendala pembuangan tanah galian dan cuaca yang masih turun hujan.

Dalam sidak ini, Risma mengevaluasi pengangkutan tanah yang selama ini dibuang ke daerah Menganti, serta menambah alat untuk membuang tanah. Risma mengintruksikan petugas Dinas Pematusan Umum Bina Marga (PUBM) Surabaya agar tanah hasil galian dialihfungsikan ke Taman Harmoni, Karang Pilang, Gunung Anyar dan tempat lainnya.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Perlebar Jalan Simpang Dukuh

"Eman e nek (sayang kalau) dibuang ke sana, tanah e apik kok (tanahnya bagus). Lebih baik dibuang ke lokasi-lokasi yang tanahnya bisa dimanfaatkan," kata orang nomor satu di Surabaya itu.

Risma menjelaskan pembangunan 60 bozem di Surabaya ini sangat penting untuk mengantisipasi banjir maupun kekeringan. Selama ini semua aliran air turun ke bawah, yakni ada yang turun ke Wiyung Unesa, ada yang turun ke Simo.

"Kalau ke daerah tersebut akan menyebabkan banjir. Kalau ada bozem semua (air) tertahan dan tertampung di sini. Jadi gak ada banjir-banjir lagi,” kata Risma.

Risma berharap penambahan bozem ini dapat menganggulangi banjir yang terjadi di kawasan Citraland seperti beberapa waktu lalu. Pihaknya membangun bozem di bagian barat khususnya di Pakuwon sisi barat Unesa.

“Waduk Slamet di Citraland belum memadai, kami sudah koordinasikan dengan pihak Citraland, agar dimasukkan ke saluran Pakuwon, karena kami punya tanah empat hektar di sana," katanya.

Selain itu, Risma mengungkapkan bahwa bozem ini mampu memperbaiki kualitas air yang tadinya keruh berwarna coklat menjadi bening. Pemkot, menurut Risma, akan bekerja sama dengan PDAM Kota Surabaya untuk membuat bozem tersebut.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Siapkan Rekayasa Lalin Jalan Yos Sudarso

“Sekitar tiga atau empat tahun yang lalu kalau musim kemarau, air di Surabaya itu warnanya kuning dan coklat. Sementara kita gak punya debit air, sehingga bahan baku air kualitasnya jelek. Air keruh dan sedikit jumlahnya. Tapi kalau ketambahan air hujan, diharapkan bisa lebih baik,” ungkapnya.

Perlu di ketahui, pada tahun 2018 lalu Risma telah membuat tujuh bozem yang terletak di kawasan Surabaya barat. Di antaranya terletak di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karang Pilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan Yono Suwono.

“Bosem itu nantinya untuk tandon air kita. Sementara PDAM Surya Sembada sudah melayani 98 persen pelanggan, tercatat paling tinggi di Indonesia pelayanan kita. Jadi prosesnya itu, PDAM bisa mengambil air melalui resapan tanah. Air yang meresap bisa digunakan, karena air terbukti lebih bening,” Kata Risma.

Saat ini Pemkot Surabaya berupaya terus menambah bozem. Risma mengaku, sedang menambah dua bozem  di kawasan Karang Pilang, Kebraon, dan Bundaran PTC sebesar 1 hektar atau 10 ribu meter pepersegi.

Baca Juga

loading...