Perangi Korupsi, Mantan Kajati Maruli Dapat Gelar Honoris Causa 

Baehaqi Almutoif

Minggu, 14 April 2019 - 22:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung mendapat gelar honoris causa bidang sosial kemasyarakatan dari Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia (STTAI) Surabaya.

Ketua STT Anugrah Pdt Dr Efraim Da Costa, M.Th menilai pemberian gelar tersebut telah melewati banyak pertimbangan. Maruli dianggap memiliki jasa bidang pengembangan sosial kemasyarakatan, terutama dalam upaya menyebarkan nilai anti korupsi.

Sumbangsihnya memerangi korupsi di Jawa Timur khususnya terbukti selama ini. “Pemberantasan korupsi sangat diperlukan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita. Hari ini, masih sering kita temui kasus-kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat luas,” ujar Efraim, Minggu 14 April 2019.

BACA JUGA: PN Tipikor Surabaya Sidangkan Kasus Pengadaan Kapal Floating Crane

Tidak ada ajaran di agama manapun yang melegalkan korupsi. Efraim menyebut, Maruli telah mampu memerangi korupsi melalui lembaga yang dipimpinnya. Gagasannya tentang melawan korupsi sangat membantu negara.

“Saudara Maruli mempraktikkan itu lewat instrumen hukum dengan membantu negara melawan korupsi,” tuturnya.

Mendapat gelar honoris causa, Maruli menyampaikan terima kasih. Gelar tersebut semakin memotivasinya untuk terus menebarkan semangat antikorupsi ke berbagai kalangan masyarakat.

Selama ini, kata dia, ajaran agama telah menjaganya untuk melawan korupsi. Halangan berhasil dilewati agar tetap bisa terus memberantas rasuah. “Sungguh saya tidak menyangka,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kejati Jatim Fokus Usut Tersangka Korupsi Bulog Jatim

Sepanjang karirnya sebagai jaksa selama 38 tahun, Maruli sudah memproses hukum ratusan pelaku korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Di setiap daerah penugasan, Maruli selalu menuntaskan kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat dan pengusaha.

“Di Surabaya, kami juga menyelamatkan dan mengembalikan aset negara senilai Rp 200 miliar yang telah belasan tahun dikuasai swasta, yaitu Gedung Gelora Pancasila dan bangunan di Jalan Kenari. Aset negara itu kini sudah dikelola Pemkot Surabaya untuk berbagai kegiatan positif masyarakat,” katanya.

Baca Juga

loading...