Perang Dua Hari Berakhir Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 6 Mei 2019 - 12:31

JATIMNET.COM, Surabaya – Mesir dikabarkan sukses menjadi mediator dalam gencatan senjata di Jalur Gaza, Senin 6 Mei 2019, pagi.

Gencatan itu menghentikan hujan roket antara Israel dan Palestina, yang berlangsung sejak Sabtu 4 Mei 2019.

Empat warga Israel dan 23 warga Palestina tewas dalam perang selama dua hari, perang yang disebut paling intens di beberapa tahun terakhir.

Laporan tanpa konfirmasi dari stasiun televisi Hamas mengatakan, jika gencatan senjata disepakati antara dua pihak, meskipun belum ada komentar dari Israel hingga saat ini, dikutip dari Bbc, Senin 6 Mei 2019.

BACA JUGA: Warga Palestina Harapkan Bantuan Indonesia Bebaskan Negaranya

Sebelumnya, tentara Israel mengatakan pada Minggu, jika lebih dari 600 roket telah ditembakkan ke wilayah Israel sejak Sabtu, sementara Israel menembak 320 sasaran dalam serangan balasannya.

Israel telah mengatakan, jika pertahanan udaranya telah melumpuhkan lebih dari 150 roket. Netanyahu mengatakan jika pasukan di sekitar jalur Gaza akan “melangkah dengan kekuatan tank, artileri dan angkatan darat”.

Israel juga menutup seluruh sekolah dengan jarak 40 km dari Jalur Gaza, dan membuka sejumlah perlindungan untuk publik.

Serangan itu menewaskan empat warga Israel.

BACA JUGA: Netanyahu Klaim Menangkan Pemilu Israel

Sedangkan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan jika 23 warganya telah tewas sepanjang akhir pekan. Kematian terbanyak jatuh pada hari Minggu. Kelompok Jihad Islam menyebut tujuh anggotanya tewas.

Penduduk sipil, termasuk bocah laki-laki berusia 12 tahun dan dua perempuan hamil, ikut jadi korban.

Israel telah mempertanyakan tewasnya bocah berusia 14 tahun, dan seorang perempuan pada Sabtu. Mereka menuduh roket Palestina lah yang harus bertanggung jawab.

Pada Minggu, militer Israel mengakui telah membidik komandan Hamas, Hamed Hamdan, sambil menunjukkan video berisi detik-detik terakhir, ketika roket menghantam mobil yang dikendarainya.

BACA JUGA: Indonesia Tolak Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Israel juga mengakui telah menghancurkan sejumlah fasilitas, seperti gudang di Kota Gaza, yang disebutnya sebagai salah satu kantor intel Hamas.

Namun, Turki mengatakan jika kantor berita-nya,  Anadolu, ada di dalam gedung itu.

Menteri  Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut serangan Israel kepada sipil sebagai “kejahatan atas kemanusiaan,”.

Pada Minggu malam, pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan, jika “kembali ke kondisi damai adalah sangat memungkinkan” jika Israel memiliki komitmen untuk “gencatan senjata secara penuh,”.

BACA JUGA: Indonesia Kecam Kekerasan Israel di Palestina

Laporan pada Minggu malam menyarankan jika PBB, Qatar dan Mesir, berupayai memediasi gencatan senjata.

Senin pagi, pemerintah Palestina mengatakan jika sebuah persetujuan telah dicapai, dan gencatan senjata berlangsung sejak pukul 04:30 pagi waktu setempat.

Sumber dari Hamas dan Mesir mengatakan kepada AFP jika gencatan senjata telah dicapai.

Konflik bersenjata dimulai sejak Jumat, dalam sebuah protes melawan pemblokiran area, yang menurut Israel dilakukan untuk menghentikan aliran senjata kepada milisi.

BACA JUGA: Erdogan Desak Barat Lawan Islamophobia Pasca Teror Christcurch

Seorang penembak Palestina kemudian melukai dua tentara Israel di pagar perbatasan. Israel membalasnya dengan serangan udara yang menewaskan dua milisi.

Rentetan roket kemudian muncul dari Gaza sejak Sabtu pagi. Sistem pertahanan misil Israel Kubah Besi, menembak jatuh puluhan roket Palestina, namun sejumlah roket lolos dan menghantam sejumlah rumah di kota dan desa Israel.

Kerusuhan ini menjadi yang terbesar sejak Juli 2014.

Pada tahun itu, Israel melakukan serangan tanah di Gaza, diikuti penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel.

BACA JUGA: PT Pindad dan FNSS Turki Kerjasama Bikin 'Harimau'

Konflik berakhir dengan tewasnya 67 tentara Israel. Hamas dan aliansinya meluncurkan sekitar 4.500 roket yang membunuh tujuh penduduk sipil Israel.

Serta, 2.251 termasuk 1.462 penduduk sipil Palestina tewas, dalam konflik bersenjata selama tujuh minggu minggu itu, menurut laporan PBB.

Sejak itu, milisi Palestina terus melakukan serangan sporadis kepada Israel.  

Baca Juga

loading...