Penempatan Parkir KBS di Mangga Dua Kurang Disetujui Dishub Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 3 Juni 2019 - 12:48

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajad tidak setuju dengan usulan anggota dewan berkenaan dengan skema penataan lahan parkir di Kebun Binatang Surabaya pada libur Lebaran.

Sebelumnya anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya mengusulkan agar parkir Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditempatkan di Manga Dua Jagir. Selanjutnya pengunjung bisa diantar-jemput menggunakan shuttle bus.

Tujuan dari usulan tersebut untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas dari arah Jalan A.Yani, Wonokromo, dan Gunungsari menuju Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro, akibat penumpukan parkir di sekitar KBS. Namun Irvan menilai usulan tersebut kurang bisa diimplementasikan di Surabaya.

BACA JUGA: Lokasi Parkir KBS Saat Lebaran Versi DPRD Surabaya

“Karakter masyarakat Indonesia itu tidak mau jalan jauh, gak mau ribet, jadi usulan itu belum bisa dijajaki,” kata Irvan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 3 Juni 2019.

Menurutnya, dengan menerapkan shuttle bus dan memusatkan parkir di Mangga Dua Jagir menimbulkan kesan kurang praktis bagi pengunjung.

Irvan mengungkapkan untuk mengantisipasi lahan parkir dan kemacetan akibat lonjakan pengunjung, ia meminta Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDT) KBS membuka dua loket selama libur lebaran. “Idealnya loket harus dibagi dua, yaitu pintu utara dan selatan,” kata dia.

Ia menjelaskan, sejak libur Lebaran atau sebelum ada lonjakan pengunjung, KBS harus menerapkan opsi tersebut. Sehingga, pihaknya dan juga KBS bisa menambah petugas selama liburan.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Gali Terowongan Antara Terminal Joyoboyo-KBS

Kalau bisa diprediksi ramai seperti hari Sabtu dan Minggu, lanjut Irvan, seharusnya KBS sudah membuka pintu di sisi selatan. “Jika dibuka loket sisi selatan, pengunjung bisa parkir di park and ride Joyoboyo,” kata Irvan.

Ia mengungkapkan meskipun stasiun intermoda dan park and ride Joyoboyo belum jadi, lahan tersebut masih bisa digunakan untuk parkir. Meskipun kapasitasnya belum banyak.

Irvan juga menyampaikan selama Lebaran pihaknya mengupayakan tidak ada parkir di tepi jalan yang mengganggu arus lalu lintas. “Mungkin dalam kondisi insidentil, tapi tidak boleh parkir double (rangkap) apalagi mengganggu lalu lintas,” Irvan memungkasi.

Baca Juga

loading...