Jumat, 16 January 2026 07:00 UTC

Kondisi jalan di daerah perbukitan lereng Gunung di Kabupaten Probolinggo Bromo yang rawan bencana. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat sedikitnya delapan kecamatan yang masuk kategori rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang selama musim hujan.
Delapan kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Lumbang, Sukapura, Sumber, Tiris, Krucil, Pakuniran, Gading, dan Kotaanyar. Wilayah-wilayah ini umumnya berada di kawasan pegunungan dengan karakteristik permukiman dan akses jalan yang berada tepat di bawah tebing.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu yang cukup lama. BPBD menilai wilayah ini perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana.
BACA: BPBD Probolinggo Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga 20 Januari
Selain ancaman longsor, banjir juga berpotensi terjadi di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Salah satu wilayah yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan adalah Kecamatan Dringu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan pihaknya telah menyiagakan relawan kebencanaan serta membentuk Desa Siaga Bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“BPBD telah menyiapkan relawan dan membentuk desa siaga bencana untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana,” ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.
Selain menyiapkan relawan, BPBD juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda awal bencana di lingkungan sekitar, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
