Jumat, 16 January 2026 08:00 UTC

Kondisi geografis menjadikan Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Kabupaten Probolinggo pada periode 11 hingga 20 Januari 2026. Kondisi tersebut ditandai dengan hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kabupaten Probolinggo memiliki luas wilayah sekitar 1.696 kilometer persegi yang terbagi ke dalam 24 kecamatan. Secara geografis, wilayah selatan kabupaten ini berbatasan langsung dengan kawasan pegunungan, seperti Gunung Bromo, Gunung Lemongan, dan Pegunungan Argopuro. Sementara di bagian utara, wilayah ini berbatasan dengan perairan Selat Madura.
Kondisi geografis tersebut menjadikan Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam, mulai dari tanah longsor di wilayah pegunungan hingga banjir dan banjir rob di kawasan pesisir.
BACA: Delapan Kecamatan di Probolinggo Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Siagakan Relawan
Selain itu, wilayah Kabupaten Probolinggo juga dilintasi banyak aliran sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar yang bermuara ke wilayah perairan utara. Situasi ini menyebabkan hampir seluruh kecamatan memiliki potensi banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
BMKG juga memprediksi intensitas hujan masih akan berlangsung hingga Maret 2026. BPBD pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana selama periode cuaca ekstrem.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana, serta segera melapor kepada pihak terkait apabila terjadi tanda-tanda bencana di lingkungan sekitar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif saat diwawancarai Jatimnet.com pada Jumat, 16 Januari 2026.
