Selasa, 03 March 2026 00:00 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat bersama warga dalam Safari Salat Tarawih di Masjid As Sholichiyah, Jalan Penarip II Nomor 14 Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin, 2 Maret 2026 . Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memanfaatkan bulan Ramadan untuk mengingatkan warga tentang bahaya hoaks dan antisipasi bencana banjir.
Pesan itu disampaikannya dalam Safari Salat Tarawih di Masjid As Sholichiyah, Jalan Penarip II Nomor 14 Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin, 2 Maret 2026.
Terkait dengan bahaya penyebaran hoaks, ia menyatakan bahwa hal itu berpotensi terjadi seiring dengan derasnya arus informasi di era digital. Maka, ia meminta warga lebih bijak dalam menerima maupun membagikan informasi.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari informasi bohong, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari menekankan pentingnya pengecekan.
“Kalau panjenengan (Anda) melihat atau membaca informasi yang diragukan kebenarannya, silakan lakukan kroscek. Pemerintah Kota Mojokerto melalui Kominfo menyediakan kanal resmi untuk memastikan kebenaran informasi,” tegasnya.
BACA: Pasar Takjil Ketidur Kembali Digelar, Ning Ita: Penggerak Ekonomi di Bidang Kuliner
Ning Ita berharap masyarakat tidak gampang terpancing isu-isu yang bersifat fitnah dan berpotensi memecah persatuan.
Ia menekankan pentingnya mengandalkan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak ikut terjerumus dalam penyebaran kabar bohong.
Sementara itu, terkait dengan potensi bencana alam seiring berlangsungnya puncak musim hujan, Wali Kota Mojokerto meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
Terlebih, Kota Mojokerto dikelilingi tujuh aliran sungai besar yang berpotensi meluap saat curah hujan tinggi.
“Kalau dari hulu sungai terjadi curah hujan dengan intensitas yang tinggi, lalu di hilirnya, di wilayah kita tersumbat sampah, maka akan ada potensi banjir,” ujarnya sembari memberikan pesan agar seluruh pihak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
