Rabu, 14 January 2026 09:17 UTC

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan piagam penghargaan ke Bupati Gresik Gus Yani. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di seluruh sektor industri dan dunia usaha. Menurutnya, K3 merupakan aspek mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari perlindungan tenaga kerja.
Khofifah menilai, penerapan K3 tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi kebutuhan fundamental untuk menjamin keselamatan pekerja sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kerja.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Selasa, 14 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan industri di Jawa Timur harus sejalan dengan upaya perlindungan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi berjalan berkelanjutan.
BACA: Sempat Mengeluh Pusing, Seorang Pekerja Meninggal di Pelabuhan PT Semen Indonesia Tuban
“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah investasi jangka panjang. Jika pekerja aman dan sehat, maka kinerja meningkat dan daya saing industri juga akan semakin kuat,” ujar Khofifah.
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kawasan industri terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan standar K3 diterapkan secara optimal di setiap sektor.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus mendorong perusahaan untuk mematuhi regulasi sekaligus menumbuhkan kesadaran K3 hingga ke tingkat paling bawah dalam lingkungan kerja.
Selain itu, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada perusahaan dan instansi yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan K3 secara konsisten.
BACA: Ekraf Gresik Menembus Panggung Global, Gus Yani: Harus Dikembangkan
Menurutnya, penghargaan K3 bukan hanya simbol seremonial, melainkan bentuk pengakuan atas keseriusan perusahaan dalam melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar praktik K3 terus ditingkatkan dan menjadi budaya kerja sehari-hari,” katanya.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional, Khofifah berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja semakin kuat sehingga angka kecelakaan kerja di Jawa Timur dapat terus ditekan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meraih penghargaan Terbaik II Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat Provinsi Jawa Timur.
BACA: Tiga Gangster Kampungan Ditangkap, Polres Gresik Beri Tindakan Tegas Terukur
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah. Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengaku bangga karena Kabupaten Gresik dipercaya menjadi tuan rumah Apel Bulan K3 Nasional.
Ia menyebut, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama dunia usaha dalam membangun budaya K3 serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
“Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja harus terus diperkuat. Kedisiplinan menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan kerja dan mewujudkan zero accident,” tukasnya.
Ia berharap, penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh perusahaan di Kabupaten Gresik untuk semakin konsisten menerapkan K3 demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.
