Pemkot Surabaya Gali Terowongan Antara Terminal Joyoboyo-KBS

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 1 Mei 2019 - 19:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengerjakan proyek underpass sebagai penghubung Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Proyek ini dibangun untuk memfasilitasi pejalan kaki atau pengunjung KBS.

"Jadi pintu masuknya tetep, aku hanya mengkoneksikan antara Joyoboyo dan KBS," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat inspeksi mendadak di Termimal Joyoboyo Surabaya, Rabu 1 Mei 2019.

Nantinya semua kendaraan seperti bus maupun mobil pengunjung, akan parkir di Joyoboyo.

Risma mengungkapkan, proyek ini sempat tertunda karena masih mencari titik penyambungan, antara Joyoboyo dan KBS. Karena beberapa lahan merupakan tanah milik Kereta Api Indonesia.

BACA JUGA: Patung Suro dan Boyo di Kenjeran Tinggal Finishing

"Kemarin belum dapat titik jalurnya, karena itu tanahnya KAI. Kami akan gunakan aja tanah KBS supaya gak lama prosesnya," kata Risma.

Saat ini, pihaknya telah menentukan pintu masuk underpass berada di dekat Polsek Wonokromo, sedangkan pintu keluar berada di dekat pintu masuk sisi selatan KBS.

“Jadi underpass nya memang buat pengunjung (manusia) khusus, jadi tidak ada kendaraan. Jadi kalau dia mau pindah angkot atau apa, dia bisa turun nyebrangnya pakai ini (underpass),” imbuhnya.

Proyek harus segera terselesaikan, dan akan dimulai Mei  2019 ini.

BACA JUGA: Armuji Usul Pemkot Revisi Perda Larangan Pengamen Jalanan

Sebab selama ini, pengunjung KBS melewati jalan raya yang dinilai terlalu berbahaya.

"Ya November 2019 ini sudah selesai," harapnya.

Ia menargetkan, proyek terowongan tersebut bisa dioperasionalkan bulan Desember 2019.

Dengan begitu, seluruh bangunan di Joyoboyo, termasuk underpass , plaza dan park and ride, bisa digunakan masyarakat awal tahun 2020.

BACA JUGA: Setelah Patung Suroboyo, Pemkot Bangun Jembatan Sentra Ikan Bulak

“Kontraknya kan jadi satu dengan underpass , cuman kemarin kan kita belum dapat titiknya. Kalau kita sudah tahu titiknya, volumenya, bisa segera dikerjakan,” kata Risma.

Jalur terowongan rencananya memiliki panjang 170 meter, dan melintasi bagian bawah kampung atau kandang satwa di KBS.

Proyek underpass akan dibangun dengan dua basement . Jalur pejalan kaki akan berada di basement bawah dengan kedalaman total sepuluh meter.

Tak hanya itu, selain dibangun sebagai jalur pejalan kaki, underpass juga bakal berfungsi untuk menggerakkan ekonomi warga setempat.

BACA JUGA: Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur untuk Kelola Sampah

"Nanti di sebelah kanan dan kiri jalur underpass akan menjadi lokasi bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau pedagang lokal untuk berjualan," kata dia.

Saat ini, pihaknya telah menentukan posisi titik masuk dan keluar untuk jalur underpass tersebut.

Wali Kota Risma menyebut, pintu masuk underpass berada di dekat Polsek Wonokromo, sedangkan pintu keluar berada di dekat pintu masuk sisi selatan KBS.

“Jadi underpass nya memang buat pengunjung (manusia) khusus, jadi tidak ada kendaraan. Jadi kalau dia mau pindah angkot atau apa, dia bisa turun nyebrangnya pakai ini (underpass),” imbuhnya.

Baca Juga

loading...