Senin, 19 January 2026 01:00 UTC

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat menyampaikan sambutan dalam wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Kecamatan Pungging, Kamis 15 Januari 2026. Foto: Humas Pemkab Mojokerto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarra mengingatkan para orang tua untuk meninggalkan pola asuh lama pada bayi. Sebab, dinilai berpotensi merugikan tumbuh kembang buah hati.
Menurutnya, salah satu pola asuh lama yang tidak perlu dipertahankan adalah tentang anggapan kolostrum atau ASI pertama sebaiknya dibuang. Sebab, dianggap kotor dan diyakini dapat menyebabkan sawan pada bayi.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini menegaskan bahwa pemahaman tersebut salah. Kolostrum, dinyatakannya, justru mengandung protein tinggi serta berfungsi sebagai vaksin alami yang sangat penting bagi bayi baru lahir.
"Perilaku mengasuh balita di negara kita ini masih ada yang menganut budaya-budaya kolonial yang merugikan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya saat melepas 460 wisudawati Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Kecamatan Pungging, Kamis 15 Januari 2026.
BACA: Komitmen Mencegah Stunting, Kota Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar dari Kemenkeu
Gus Barra menyinggung pola asuh terhadap bayi karena berkaitan dengan persoalan stunting yang menjadi perhatiannya. Sebab, berdampak langsung pada kualitas generasi penerus bangsa.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman jangka panjang terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Melalui program Sekolah Orang Tua Hebat yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Gus Barra berharap terjadi perubahan pola asuh keluarga yang memiliki balita. Dengan demikian, percepatan penurunan angka stunting dapat terwujud, termasuk di Kabupaten Mojokerto.
"Sekolah Orang Tua Hebat ini merupakan terobosan dari BKKBN yang bertujuan memperbaiki pola asuh keluarga yang punya balita dalam rangka percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
“Karena masalah stunting ini bisa menjadi salah satu hambatan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Mojokerto bahkan di negara yang kita cintai ini," lanjutnya.
BACA: Pemkot Mojokerto Perkuat Komitmen Penanganan Stunting lewat Penyaluran PMT
Menutup sambutannya pada wisuda SOTH Kecamatan Pungging tahap pertama tersebut, Bupati Albarraa berpesan agar seluruh wisudawati benar-benar menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini demi terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur.
"Selamat untuk 460 peserta yang diwisuda pada siang hari ini, panjenengan (Anda) berhak menyandang gelar sebagai Orang Tua Hebat. Tolong materi pembelajaran yang sudah diajarkan selama ini harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.
