Penelitian Dua Mahasiswa Indonesia Diganjar Penghargaan di Paris

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 26 April 2019 - 09:44

JATIMNET.COM Surabaya – Dua mahasiswa asal Indonesia mendapatkan penghargaan Mahar Schützenberger dari Association Franco-Indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES), atas kualitas penelitian karya ilmiah mereka.

Penghargaan dari AFIDES itu diserahkan di Balai Budaya KBRI Paris, Kamis 25 April 2019, waktu setempat.

Penghargaan diberikan kepada Maria Ulfa dan I Dewa Made Fredika Saptanaya.

Maria Ulfa melakukan penelitian di bidang Kimia dengan tema sel fotovoltaik dengan perovskit merupakan jenis sel fotovoltaikyang terdiri dari unsur kimia yang memiliki struktur perovskit, biasanya menggunakan bahan timbal atau timah sebagai lapisan aktifnya.

BACA JUGA: Kampoeng Batara Antar Anak Pelosok Menembus Impian

Maria Ulfa menyelesaikan studi doktor di Universite Pierre et Marie Curie, Paris.

Sedangkan I Dewa Made Fredika Septanaya melakukan penelitian tentang perubahan penawaran perumahan di kota besar yang semakin sulit didapatkan.

Made melakukan penelitian dengan objek kebutuhan perumahan di Jakarta dan Surabaya, dengan menggambarkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan perumahan di dua wilayah metropolitan tersebut.

Made menyelesaikan program doktor bidang Geografi Urban di Universite Paris Sorbonne, Paris.

BACA JUGA: Ini Perempuan Pertama yang Menerima "Nobel" di Bidang Matematika

Presiden AFIDES Hélène Schützenberger menyampaikan selamat, kepada dua peneliti Indonesia dan berharap dapat bermanfaat bagi pembangunan di Indonesia, dan meminta keduanya tetap berkarya setelah kembali ke tanah air nanti.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Warsito berpesan agar pemberian penghargaan ini bukan sebagai akhir dari prestasi tetapi justru sebagai awal berkarya untuk bangsa dan negara Indonesia, di London, Jumat 26 April 2019.

Kepada para pelajar yang turut hadir di acara tersebut, Atdikbud berpesan agar kedua peneliti tersebut menjadi tauladan bagi lainnya untuk terus berkarya.

Acara tersebuta disaksikan sekitar 100 undangan, di antaranya para pembimbing peneliti menerima penghargaan, para pimpinan AFIDES, para juri, pimpinan KBRI Paris, perwakilan pelajar/ mahasiswa Indonesia, dan pihak terkait. 

BACA JUGA: Nicolas Cage Akhiri Empat Hari Pernikahannya

Penghargaan Mahar Schützenberger diberikan sejak tahun 1991, kepada peneliti muda Indonesia yang menyusun disertasi di Prancis sebagai imbalan atas kualitas penelitian ilmiah. (ant)

Baca Juga

loading...