Logo

Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban Sempat Molor, Begini Respon Khofifah

Reporter:,Editor:

Kamis, 30 July 2026 07:30 UTC

Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban Sempat Molor, Begini Respon Khofifah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ditemui awak media usai meninjau SR Terintegrasi 18 Tuban Rabu, 29 Juli 2026. Foto: Zidni Ilman.

JATIMNET.COM, Tuban – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Rabu 29 Juli 2026. Salah satu agendanya meninjau kesiapan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Bumi Wali.

Diketahui, SR di Kabupaten Tuban pada saat kunjungan orang nomor 1 di Jawa Timur itu belum rampung. Tampak masih banyak pekerja yang masih memoles beberapa bangunan.

Merespons pertanyaan awak media terkait keterlambatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban yang berdampak pada mundurnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Khofifah menjawab santai.

"Opo sih rek, mben, mben, mben (biarkan, red). Nanti malam sudah loading barang, suwun yo," ujar Khofifah, Rabu, 29 Juli 2026.

Kunjungan Gubernur Jawa Timur tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Di satu sisi, Khofifah juga mengapresiasi fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban.

Menurutnya, sarana yang tersedia sudah baik untuk mendukung proses pendidikan bagi para siswa.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas, melainkan juga pada ekosistem pendidikan yang dibangun.

"Harapan kita, ekosistemnya nantinya akan ke-support. Mulai dari kepala sekolah, guru-guru, laboratorium dan semuanya bisa memberikan peluang tumbuh kembang bagi penyiapan proses untuk menghasilkan SDM yang kualitatif, berkarakter, dan memiliki integritas yang tinggi," ungkapnya.

Khofifah menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa, menyampaikan jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027 terdiri atas 16 siswa jenjang SD.

Kemudian, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 60 siswa SMA titipan dari Sekolah Rakyat Bojonegoro. "SD ada 16 anak, SMP 90, SMA 90. Titipan dari SR Bojonegoro SMA 60 siswa," jelas Vera.

Ia mengatakan, siswa baru dijadwalkan mulai datang ke sekolah pada akhir Juli dengan menyesuaikan gedung-gedung yang telah siap digunakan.

"Mulai akhir Juli dimulai dengan MPLS terlebih dahulu untuk siswa baru. Pembelajaran untuk siswa eksisting mulai awal Agustus," katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, belum memberikan penjelasan terkait penyebab keterlambatan penyelesaian pembangunan yang hingga kini belum rampung.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Tuban dibangun dengan konsep pendidikan berasrama dan memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur I yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Paket pekerjaan senilai sekitar Rp1,1 triliun itu mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang.