Jumat, 11 September 2026 14:05 UTC

Asal mengepul di beberapa titik di kawasan Perbukitan Bromo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Angin kencang dan vegetasi yang mengering membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus menjalar.
Hingga Jumat siang, 11 September 2026, kobaran api masih terlihat di kawasan perbukitan Penggol dan merambat ke arah Lembah Watangan yang dikenal wisatawan sebagai kawasan Bukit Teletubbies.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Kamis sore, 10 September 2026 di sekitar Bukit Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Angin kencang serta dominasi ilalang dan rerumputan kering membuat api cepat menyebar di sepanjang lereng perbukitan. Kondisi medan yang terjal juga menjadi kendala petugas dalam melakukan pemadaman secara langsung.
BACA: Kebakaran Bromo Cepat Merambat, Petugas Dikerahkan hingga Pagi
Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi pergerakan api.
Petugas melakukan penjagaan dari bagian bawah lereng untuk mencegah api bergerak turun dan menjangkau kawasan kaldera maupun savana Bromo yang masih aman dari kebakaran.
Kapolsek Sukapura Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan personel terus bersiaga untuk mengantisipasi pergerakan api dari puncak perbukitan menuju lereng.
“Kami terus bersiaga di bawah agar ketika api turun tidak sampai menjangkau areal kaldera ataupun kawasan savana Bromo yang masih belum terbakar,” jelas Iptu Djuwantoro.
Kepulan asap terlihat dari kawasan perbukitan Penggol, lokasi kebakaran di TNBTS, Probolinggo, Jumat, 11 September 2026. Foto: Zulafif
Untuk mendukung pemadaman, petugas menyiapkan kendaraan tangki air berkapasitas sekitar 1.000 liter yang dilengkapi pompa penyemprot.
Petugas juga menggunakan peralatan manual seperti gepyok untuk menangani titik api yang masih dapat dijangkau dari darat.
Selain melalui jalur darat, pemadaman dilakukan dari udara dengan mengerahkan helikopter milik BPBD Jawa Timur menggunakan metode water bombing.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan kobaran api di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
BACA: Bukit Penggol Terbakar, Wisatawan Tetap Serbu Bromo via Cemoro Lawang
Kebakaran di kawasan Bukit Penggol sebelumnya dilaporkan merambat ke arah Lembah Watangan atau kawasan yang dikenal wisatawan sebagai Bukit Teletubbies.
Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan memantau pergerakan api. Luas kawasan yang terbakar serta dampak kebakaran masih dalam proses pendataan.
Petugas terus berupaya mencegah api meluas ke kawasan lain, terutama kaldera dan savana Bromo yang hingga kini masih dijaga agar tidak terdampak kebakaran.
