Logo

BPH Migas Awasi Pertalite dan Biosolar di Jember, SPBU Tegal Besar Dibina

Reporter:,Editor:

Sabtu, 12 September 2026 01:07 UTC

BPH Migas Awasi Pertalite dan Biosolar di Jember, SPBU Tegal Besar Dibina

Ketua Komite BPH Migas, Wahyudi Anas saat memantau distribusi BBM di salah satu SPBU di Jember, Jumat malam, 11 September 2026, setelah sebelumnya terjadi krisis pasokan BBM. Foto: Hermawan

JATIMNET.COM, Jember – BPH Migas memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Jember setelah distribusi BBM sempat mengalami gangguan pada akhir pekan lalu. Salah satu SPBU di kawasan Tegal Besar mendapat pembinaan terkait penyaluran Biosolar dan Pertalite.

Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pembinaan dilakukan bersama Pertamina sebagai bagian dari pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.

“Kalau penimbunan, kemarin kita BPH sudah melakukan pembinaan bersama Pertamina, salah satu SPBU di kota, titiknya di Tegal Besar,” ungkap Wahyudi saat melakukan sidak di SPBU Gajah Mada, Jember, Jumat malam, 11 September 2026.

Menurut Wahyudi, Biosolar dan Pertalite harus disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak. Pengawasan diperlukan agar BBM bersubsidi tidak disalahgunakan untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga.

BPH Migas juga meminta masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM bersubsidi. Masyarakat dapat melaporkan dugaan penyimpangan melalui WhatsApp BPH Migas di nomor 0812-3000-0136.

“BBM solar sama BBM Pertalite itu memang untuk kegiatan ekonomi dan masyarakat yang berhak. Kami mohon dukungan seluruh elemen masyarakat di Jember dan seluruh media, sama-sama kita lakukan pengawasan,” ujarnya.

BACA: Penyebab Krisis BBM di Jember: Kepadatan Ketapang Banguwangi hingga Arus Kendaraan Naik 42 Persen 

Selain mengawasi penyaluran BBM subsidi, BPH Migas mengecek kondisi distribusi BBM di sejumlah SPBU Jember. Sidak dilakukan bersama DPC Hiswana Migas Besuki, perwakilan Komisi C DPRD Jember, Pemerintah Kabupaten Jember, dan Pertamina Patra Niaga.

Wahyudi mengatakan Pertamina Patra Niaga memiliki sistem otomatis untuk memantau persediaan BBM di SPBU. Data tersebut digunakan sebagai salah satu acuan dalam menentukan kebutuhan pemesanan dan pengiriman berikutnya.

“Jadi tidak semata-mata kosong itu dilakukan pembiaran, tetapi itu terkontrol dengan baik,” kata Wahyudi.

Pengawasan distribusi menjadi penting setelah pasokan BBM ke Jember sempat tersendat sekitar awal September 2026. Antrean muncul di sejumlah SPBU dan membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.

Hariono (45), pengemudi ojek online, mengatakan antrean BBM kini mulai terurai. Namun, ia berharap kondisi tersebut tidak kembali terjadi karena BBM menjadi kebutuhan utama untuk menjalankan aktivitasnya.

“Terkait antrean BBM ini, kami sebagai pengemudi ojol jadi kesulitan. Semoga jangan ada lagi antrean BBM yang menyulitkan kami dalam bekerja,” kata Hariono.

Ia juga menyoroti penjualan BBM eceran dengan harga lebih tinggi ketika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.

“Karena terkadang ada penjual eceran yang memanfaatkan momen antrean BBM dengan menjual BBM eceran, harganya berkali-kali lipat. Kami jadinya bingung saat akan bekerja,” ujarnya.

BACA: BBM di Jember Sempat Tersendat, Pertamina Siapkan 15 Mobil Tangki dari Surabaya 

Di sisi distribusi, BPH Migas dan Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi apabila gangguan kembali terjadi. Pertamina Patra Niaga menyiagakan 15 mobil tangki yang dapat dikerahkan melalui jalur alternatif dari Surabaya.

Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan armada tersebut disiapkan jika pengiriman BBM melalui Banyuwangi kembali mengalami hambatan atau terjadi lonjakan konsumsi di Jember.

Gangguan sebelumnya berkaitan dengan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. BPH Migas mencatat arus kendaraan logistik meningkat sekitar 12 persen, sedangkan kendaraan roda dua dari Banyuwangi menuju Bali melonjak sekitar 42 persen.

Pemerintah kemudian melakukan penguraian kepadatan dan meningkatkan kapasitas Dermaga Nomor 3 hingga 50 ton untuk membantu memperlancar arus kendaraan logistik.

BPH Migas berharap pengawasan penyaluran subsidi berjalan beriringan dengan perbaikan distribusi. Dengan begitu, BBM bersubsidi tetap diterima masyarakat yang berhak dan pasokan BBM ke Jember tetap terjaga ketika terjadi gangguan transportasi.