Pendeta Yulpianti Diantar Warga Muslim Saat Pindah Tugas

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 26 Februari 2019 - 14:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Sejumlah warga muslim di Lembang Buntu Tabang, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan mengantarkan Pendeta Yulpianti saat dipindah tugaskan ke Geraja di desa lain.

Warga mengantarkan pendeta bertugas di Gereja Toraja Jemaat To’Bena’. Gereja tersebut berada di Lembang Betteng Deata, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja.

Mereka mengantarkan Pendeta Yulpianti lantaran hubungan baik antara warga dan Pendeta Yulpianti saat bertugas di  gereja sebelumnya, yaitu di Gereja Toraja Jemaat Gandangbatu Timur Lembang Buntu Tabang, Kecamatan Gandangbatu Sillanan.

BACA JUGA: Polrestabes Terapkan One Gate System di Seluruh Gereja

“Saat Ibu Pendeta Yulpianti masih di sana (Lembang Buntu Tabang), setiap ada kegiatan, misalnya syukuran rumah, aqiqah, pernikahan, bahkan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat muslim dia selalu hadir dan berbaur dengan masyarakat muslim,”tutur Hasriani dilansir dari laman Kementerian Agama RI Senin 25 Februari 2019.

Hasriani adalah satu di antara warga muslim yang ikut melepas Pendeta Yulpianti. Sebagian warga muslim lain adalah anggota majelis taklim (MT) Masjid Al Imran Gandang Batu Timur dan Masjid Istiqamah Benaru, Lembang Butu Tabang, Kecamatan Gandangbatu Sillanan.

Mereka adalah masyarakat sekitar Lembang tempat pelatanan Pendeta Yulpianti sebelumnya. Yaitu Gereja Toraja Jemaat Gandangbatu Timur Lembang Buntu Tabang, Kecamatan Gandangbatu Sillanan.

BACA JUGA: Polrestabes Sisir 25 Gereja di Surabaya

Irmawati, warga lainnya mengaku kehadirannya juga karena mendapat undangan dari Pdt. Yulpianti yang sudah dianggap seperti saudara.

“Warga muslim yang ikut mengantar juga disiapkan makanan sendiri (makanan halal) dalam acara peneguhan,” kata Irmawati.

Pemandangan menarik itu dilaporkan oleh Peneliti pada Balai Litbang Kementerian Agama (BLA) Makasar Faisal Oemar Massiry dilansir di laman Kementerian Agama RI.

BACA JUGA: KontraS Surabaya Kecam Penolakan Pemakaman Warga di Mojokerto

“Potret kerukunan umat beragama di Tana Toraja terlihat dalam aktifitas keseharian warga. Mereka yang berbeda agama tak pernah risih untuk menjalin persaudaran dan persahabatan,” kata Faisal.

Faisal menjelaskan, Kecamatan. Gandangbatu Sillanan terletak pada ketinggian sekitar 1.000mdpl, bersuhu dingin dengan curah hujan yg cukup tinggi,  daerah ini menjadi penghasil kopi dan holtikultura. Masyarakat juga berternak ayam, kambing sapi serta memiliki sifat bersahabat dan ramah.

Sementara penduduk Kecamatan Gandangbatu Silanan mayoritas suku Toraja dan Duri. Dari segi agama, penganut agama Islam sebanyak 5.821 jiwa, Katolik 2.966, Kristen 10.311, dan Hindu (Aluk Todolo) 696 jiwa.

BACA JUGA: Pemotongan Nisan Salib di Yogyakarta Bukti Lemahnya Literasi Toleransi

Meskipun warga menganut agama berbeda , relasi antar umat beragama terjaga sangat baik dan aktif.

Warga tak mempersoalkan identitas agama dan menjalin hubungan dengan kerabat ataupun orang lain yang berbeda agama.

“Relasi aktif ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, relasi persahabatan, saling membantu dalam gotong-royong, dalam aktivitas pertanian hingga keterlibatan dalam membangun rumah ibadah umat lain” katanya.

Baca Juga

loading...