Pemprov Jatim Jamin USBN Berjalan Lancar

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Senin, 4 Maret 2019 - 12:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Timur menjaga akuntabilitas siswa SMA kegiatan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang berlangsung mulai 4 Maret 2019.

“Meskipun siswa duduk secara berdampingan, kami tidak perlu khawatir. Mereka akan fokus pada soal, karena setiap siswa mendapat soal yang berbeda,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak USBN di SMA komplek Surabaya, Senin 4 Maret 2019.

Pihaknya dapat menjamin tidak ada kesamaan siswa karena dalam satu kelas maksimal hanya 40 siswa. Sehingga tidak akan ada kesamaan soal yang diterima masing-masing siswa.

BACA JUGA: Jatim Terapkan Penggunaan Smartphoneuntuk Ujian Siswa SMA

Khofifah mengungkapkan penyedian soal dengan jumlah yang banyak ini dibarengi dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer di Jatim khususnya di Surabaya. Pasalnya pada tahun ini pula Kota Surabaya memanfaatkan smartphone untuk pelaksanaan ujian siswa maupun sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer.

“Saat ini semua sekolah negeri sudah menggunakan komputer, akan tetapi untuk yang swasta 50 persen masih menggunakan komputer, dan 50 persennya menggunakan smartphone,” katanya.

Menurutnya metode ujian ini dapat mendidik siswa dalam kejujuran dan ketelitian, karena ujian akhir USBN 100 persen sebagai penentu kelulusan. Dengan sistem ujian saat ini pemerintah dapat menjamin tidak ada kebocoran soal seperti sebelumnya.

“Sistem teknologi yang digunakan ini lebih efektif dan efisien, karena tidak lagi mencetak, mengirim, dan mengamankan soal. Dalam pelaksanaan ujian ini tidak lagi mengeluarkan biaya yang cukup besar,” kata Khofifah.

BACA JUGA: Dindik Jatim Gunakan Satelit untuk Selenggarakan USBN-BKS Daring

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengungkapkan untuk sekolah negeri di Surabaya sudah menggunakan laptop atau komputer untuk ujian. Sedangkan di sekolah swasta seperti Hang Tuah masih menggunakan smartphone.

“Bu Khofifah (Gubernur Jatim) menyarankan agar mengoptimalkan penggunaan komputer, karena menggunakan HP terlalu kecil dan kemungkinan siswa kesulitan,” katanya.

Selain itu, Saiful juga mengimbau kepada semua sekolah untuk mempersiapkan lebih dari satu server untuk cadangan sebagai mengantisipasi terjadinya kesalahan selama ujian berlangsung. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan unit reaksi cepat (URC) untuk proktor pada masing-masing sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 5, Sri Widiati mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan dua server dengan tiga server cadangan. Dia menambahkan ujian berlangsung dalam satu sesi yang diikuti 342 siswa dan terbagi menjadi 17 ruang. Hal tersebut karena seluruh siswanya sudah memiliki laptop masing-masing.

“Kami menyediakan ruang komputer untuk siswa yang tidak memiliki laptop atau laptopnya sedang error,” katanya.

Khofifah melakukan sidak di SMA 1, SMA 2, dan SMA 2. Dari ketiga sekolah tersebut keseluruhan siswanya sudah menggunakan komputer dan laptop dalam melaksanakan ujian.

Baca Juga

loading...