JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperpanjang masa percepatan perekaman KTP elektronik hingga sebelum 17 April 2019. Sebab, sampai 31 Maret 2019 target perekaman KTP elektronik kepada 90 ribu orang dari 154 kelurahan yang belum terdaftar belum tercapai.

"Hari ini sudah ada 21 ribu orang lebih yang melakukan perekaman KTP elektronik. Sekarang sisa kurang lebih 69 ribu orang yang belum,” kata Kabid Pelayanan Dispendukcapil, Maria Agustin saat konfirmasi melalui telepon, 1 April 2019.

Maria mengungkapkan saat ini tersisa 30 kelurahan yang warganya masih banyak belum melakukan perekaman tersebut. Rencananya program percepatan ini akan dilanjutkan dengan sistem jemput bola ke berbagai tempat. Seperti  datang langsung ke kelurahan, sekolah, dan rumah-rumah warga.

BACA JUGA: Pemkot Dorong Warga Surabaya Segera Miliki KTP Elektronik

“Jadi nanti yang di Siola tetap buka, kami maksimalkan dengan sistem jemput bolanya,” kata dia.

Maria menjelaskan selama masa percepatan berlangsung, terdapat 500 sampai 700 orang setiap hari yang datang ke gedung pusat pelayanan.

Dispendukcapil  membuka layanan itu mulai pukul 07.30-24.00 WIB. Bahkan layanan tersebut tetap buka meski pada hari libur.

“Nanti itu yang jemput bola akan ada delapan tim di lapangan setiap kelurahan, dan beberapa sekolah-sekolah. Yang sekolah ini SMK dulu karena SMA sudah menjelang UNBK,” tuturnya.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Diminta Selesaikan E-KTP Sebelum Bikin KIA

Selain untuk mempercepat, juga mempermudah bagi lansia yang belum melakukan perekaman. Tidak dalam kategori lansia saja, tetapi juga disabilitas yanga akan didatangi oleh petugas ke rumahnya.

“Meskipun di Siola sudah disediakan untuk disabilitas dan lansia, tetapi kami juga melakukan jemput bola agar pelayanan ini dapat merata,” katanya.

Pantauan Jatimnet.com pukul 17.00 WIB, masih banyak masyarakat yang mengantre mengurus KTP elektronik. Beberapa warga sangat mengapresiasi layanan Dispendukcapil selam 24 jam. Sehingga usai bekerja mereka masih bisa mengurus perekaman KTP elektronik.

BACA JUGA: Rutan Klas 1 Kebut Perekaman KTP Elektronik

Salah satu warga Wonokromo Lantika Hadi (51), mengaku sedang mengantar istrinya, Watiah (49) untuk mengurus KTP elektronik. Ia datang ke Siola sore hari karena siangnya masih bekerja menjaga warung miliknya.

"Ini NIK istri saya ganda, jadi harus ngurus ulang," katanya.

Hadi mengaku segera datang ke Siola untuk mengurus KTP elektronik karena sering mendengar imbauan dari pemkot melalui radio maupun media massa untuk segera melakukan perekaman.