Pemkot Malang tak Gunakan Perda untuk Pencairan THR ASN

Rochman Arief

Selasa, 21 Mei 2019 - 13:18

JATIMNET.COM, Malang – Wali Kota Malang Sutiaji memastikan pencairan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi ASN di Pemkot Malang tidak ada masalah. Meskipun pencairannya tidak disertai dengan terbitnya peraturan daerah (Perda).

“Pemkot Malang siap mencairkan THR dan gaji ke-13 ASN meski dalam PP No 35 dan 36 tahun 2019 tentang Pembayaran THR dan Gaji ke-13 ASN, Pejabat Negara, dan anggota Dewan, pencairannya diatur dalam Perda,” kata Sutiaji, Selasa 21 Mei 2019.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan maksud dari PP tersebut sebenarnya terkait dengan sumber pendanaannya, bukan teknis pencairannya. “Kalau yang dimaksud PP bahwa sumber pendanaannya harus diatur dalam Perda, tidak ada masalah, karena THR dan gaji ke-13 ASN, dan anggota dewan sudah dianggarkan dalam APBD 2019,” lanjutnya.

BACA JUGA: Gubernur Jatim Teken Surat Edaran soal Aturan Pembayaran THR

Pemahaman seperti itu, kata Sutiaji, hampir sama dengan operasional haji. Dalam PP-nya juga disebut harus mengacu pada Perda. Namun, dalam pelaksanaannya tidak perlu ada Perda khusus yang menangani operasional haji.

Sebab, hal itu sudah melekat pada kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi, tak terkecuali penganggarannya.

Oleh karena itu, lanjut Sutiaji, tidak perlu diatur secara khusus dengan Perda untuk mengatur pencairan THR dan gaji ke-13 ASN.

Apalagi, kata Sutiaji, batas waktu pencairan THR dan gaji ke-13 ASN ditentukan pada Jumat 24 Mei, maka waktu pembahasannya tidak mencukupi. Selain itu, juga membutuhkan biaya yang besar untuk membuat sebuah Perda.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Kebut Penyelesaian Surat Edaran THR

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menambahkan ketentuan dalam PP berlaku bagi daerah yang belum menganggarkan THR dan gaji ke-13 dalam APBD. "Untuk Kota Malang sudah dianggarkan, sehingga tidak perlu Perda," ucapnya.

Selain itu, kata Wasto, tidak lazim Perda disusun untuk teknis pencairan THR dan gaji ke-13 ASN.

Sementara itu, untuk THR para tenaga honorer di lingkup Pemkot Malang sumber dananya dari iuran para ASN yang besarannya diserahkan sepenuhnya kepada OPD masing-masing, karena tenaga honorer kontraknya dengan OPD.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, OPD bakal menggunakan ‘kearifan lokal’ masing-masing. Artinya, para ASN di OPD tersebut bakal urunan untuk THR tenaga honorer. (ant)

Baca Juga

loading...