Logo

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 24 Juni, Surabaya Masuk Daftar Wilayah Rawan

Reporter:,Editor:

Selasa, 23 June 2026 07:16 UTC

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 24 Juni, Surabaya Masuk Daftar Wilayah Rawan

Ketinggian air di sungai Surabaya mulai naik usai beberapa hari diguyur hujan, Selasa, 23 Juni 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 22-24 Juni 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat, angin kencang, genangan, hingga banjir.

Peringatan tersebut menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih mengguyur sejumlah daerah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Surabaya, hujan yang terjadi pada malam hingga dini hari menyebabkan genangan di beberapa titik dan mengganggu aktivitas warga.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengatakan BMKG telah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.

"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi berupa hujan sedang hingga lebat, genangan, banjir, dan angin kencang pada periode 22 sampai 24 Juni 2026," kata Taufiq, Selasa, 23 Juni 2026.

BACA: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Jember, Rumah Rusak di Tiga Kecamatan 

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Pasuruan, dan Jombang.

Sementara itu, wilayah perkotaan yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kota Kediri, Kota Malang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya.

BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem tersebut masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan sebelum berangsur melemah.

"Setelah tiga hari ke depan diprakirakan intensitasnya akan melemah," imbuh Taufiq.

BMKG juga meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

"Kami menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama tiga hari ke depan," tegasnya.

BACA: Cuaca Buruk di Laut Utara Jatim, Ribuan Nelayan Probolinggo Tak Melaut 

Di balik potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG menjelaskan bahwa hujan masih berpeluang terjadi meskipun sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang masih mendukung pembentukan awan hujan.

Menurut BMKG, salah satu pemicunya adalah gangguan konvergensi lokal atau pertemuan massa udara di wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat meningkatkan penguapan sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.

Kombinasi faktor tersebut membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan meski secara klimatologis Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.