Logo

Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo Diluncurkan, Usung Filosofi “Sekar Kinanthi: Wening Daya”

Simbol Persatuan dan Semangat Membangun Bumi Reog
Reporter:,Editor:

Jumat, 07 August 2026 00:53 UTC

Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo Diluncurkan, Usung Filosofi “Sekar Kinanthi: Wening Daya”

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, saat meluncurkan logo HUT ke-530. Foto: Istimewa/ Diskominfo Pemkab Ponorogo

JATIMNET.COM, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo sebagai identitas seluruh rangkaian peringatan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Logo tersebut diperkenalkan kepada publik dalam gelaran Ponorogo Creative Festival (PCF) bertajuk Fashion Street Carnival yang digelar pada Kamis malam, 6 Agustus 2026.

Peluncuran logo sekaligus menandai dimulainya berbagai agenda peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo. Pada perayaan tahun ini, pemerintah daerah mengangkat tema “Sekar Kinanthi: Wening Daya”, yang merefleksikan harapan agar Ponorogo terus bertumbuh dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya, semangat persatuan, dan kreativitas masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan logo tersebut bukan sekadar identitas visual, melainkan mengandung filosofi yang mencerminkan perjalanan panjang sekaligus cita-cita masyarakat Ponorogo dalam membangun daerah.

“Logo ini akan menjadi penanda sekaligus ruh kita dalam memaknai usia baru Bumi Reog dan seluruh rangkaian kegiatan yang akan kita suguhkan,” ujar Lisdyarita.

BACA: Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan, Kejari Tahan Eks Ketua DPRD Ponorogo 

Secara desain, logo didominasi angka 530 yang dipadukan dengan ilustrasi menyerupai bunga. Konsep visual tersebut mengusung makna Sekar Kinanthi, yang melambangkan bunga kehidupan yang terus tumbuh melalui tuntunan nilai-nilai luhur, kebersamaan, serta semangat membangun Ponorogo.

Empat kelopak bunga yang saling terhubung merepresentasikan persatuan masyarakat, keharmonisan budaya, semangat gotong royong, dan sinergi dalam pembangunan daerah. Seluruh elemen itu bertemu pada satu titik sebagai simbol bahwa keberagaman masyarakat Ponorogo memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan daerah.

BACA: Kabag Keuangan DPRD Ponorogo Ditahan, Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan Rugikan Negara Rp3,6 Miliar 

Visual bunga yang sedang mekar juga menggambarkan perkembangan budaya, perekonomian, kreativitas, dan peradaban masyarakat yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Sementara itu, garis lengkung yang tersambung tanpa putus menjadi simbol perjalanan Kabupaten Ponorogo selama 530 tahun yang terus melangkah maju tanpa meninggalkan akar tradisi.

Lisdyarita menegaskan logo tersebut mulai digunakan sebagai identitas resmi seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo.

“Logo ini resmi menjadi identitas resmi seluruh rangkaian hari jadi Kabupaten Ponorogo yang ke-530,” tegas Lisdyarita.