Senin, 29 June 2026 08:30 UTC

Aksi unjuk rasa delapan anggota GMNI di depan Balai Kota Probolinggo, Senin, 29 Juni 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi unjuk rasa yang digelar delapan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Probolinggo di depan Kantor Wali Kota Probolinggo dikawal ketat aparat, Senin, 29 Juni 2026.
Sebanyak 150 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Meski jumlah peserta aksi terbilang sedikit, aparat tetap menyiagakan perlengkapan pengendalian massa. Mulai dari water canon, tameng hingga helm Dalmas, sebagai langkah antisipasi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Probolinggo.
Mereka mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM nonsubsidi, menindak tegas SPPG yang diduga melakukan pelanggaran, serta segera menghadirkan solusi atas tingginya angka pengangguran dan persoalan banjir yang masih menjadi keluhan warga.
Setelah berorasi, perwakilan mahasiswa diterima Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budioni Wirawan bersama Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng untuk berdialog dan menyerahkan tuntutan secara langsung.
Koordinator lapangan aksi, Diki Wahyudi menegaskan demonstrasi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.
"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Harapan kami tuntutan ini segera ditindaklanjuti. Kalau tidak ada respons yang jelas, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar," ujar Diki.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Probolinggo Kota Kompol Dwi Sucahyo menjelaskan pengerahan ratusan personel bukan karena melihat jumlah peserta aksi. Namun, sebagai bagian dari standar pengamanan setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
"Kami menerjunkan 150 personel gabungan sebagai langkah antisipasi agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Alhamdulillah aksi berjalan lancar hingga selesai," katanya.
Aksi berlangsung damai tanpa adanya gesekan antara massa dan petugas. Meski demikian, GMNI Cabang Probolinggo memastikan akan kembali turun ke jalan dalam aksi jilid dua apabila pemerintah tidak memberikan tindak lanjut atas tuntutan yang telah disampaikan.
