Jumat, 27 March 2026 02:28 UTC

Bupati Jember, Gus Fawait (tengah) saat diwawancarai awak media, Jumat, 27 Maret 2026. Foto: Adi
JATIMNET.COM, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menyikapi potensi kebijakan efisiensi energi nasional. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyesuaian sistem pembelajaran bagi siswa.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait kebijakan tersebut. Meski demikian, Pemkab telah menyusun berbagai skenario agar implementasi kebijakan nantinya tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan. Kami memastikan seluruh perangkat telah bersiap,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, proses penyesuaian membutuhkan kesiapan menyeluruh. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu beradaptasi dengan pola kerja baru tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
BACA: 58 SPPG di Jember Disuspend, Ini Tanggapan Bupati Jember Gus Fawait
Sebagai langkah awal, Pemkab Jember mulai menerapkan efisiensi di internal pemerintahan. Salah satunya melalui imbauan penggunaan kendaraan dinas secara bersama bagi pimpinan OPD.
Menurut Gus Fawait, kebijakan tersebut menjadi langkah cepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menguji koordinasi antarinstansi.
“Langkah kecil ini menjadi bagian dari simulasi. Kami ingin memastikan bahwa ketika kebijakan yang lebih besar seperti WFH diterapkan, seluruh sistem sudah terbiasa dan tidak kaget,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan juga memperkuat koordinasi untuk menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel. Sistem pembelajaran dirancang mampu berjalan dalam dua skenario, yakni tatap muka langsung maupun pembelajaran daring.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala. Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” tuturnya.
Wacana efisiensi energi sendiri menjadi perhatian nasional akibat dinamika global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak pada stabilitas energi dalam negeri. Dalam konteks ini, penerapan WFH dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi konsumsi energi, terutama di sektor transportasi dan perkantoran.
BACA: Perketat Pengawasan 19.100 Peserta UTBK SNBT, Unej Antisipasi Kecurangan
Meski berbagai skenario telah disiapkan, Pemkab Jember memastikan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Pemerintah daerah memilih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sembari terus mematangkan kesiapan di semua sektor.
“Kami memilih untuk tetap menunggu arahan resmi, sembari memastikan kesiapan di semua lini telah terbangun dengan baik,” pungkasnya.
