Jumat, 20 March 2026 04:00 UTC

Bupati Jember, Gus Fawait saat berkunjung ke salah satu SPPG. Foto: Adi
JATIMNET.COM, Jember – Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya. Jumlahnya diperkirakan mencapai 58 unit yang sebelumnya telah berjalan di sejumlah wilayah.
Keputusan ini diumumkan Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa hari lalu, bersamaan dengan pembekuan atau suspend terhadap ratusan SPPG lain di berbagai daerah.
Terkait hal itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait angkat bicara.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menjelaskan bahwa kebijakan penangguhan tersebut tidak semata-mata dipicu persoalan menu makanan.
“Penangguhan ini bukan hanya karena menu makanan yang belum sesuai ketentuan, tetapi juga karena masih ada SPPG yang belum melengkapi perizinan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, setelah operasional berjalan, ditemukan sejumlah SPPG yang belum merampungkan dokumen perizinan sesuai regulasi. Kondisi ini kemudian menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) yang akhirnya memutuskan untuk melakukan penangguhan sementara.
“BGN mengambil langkah suspend sampai seluruh persyaratan administrasi dan perizinan dipenuhi,” kata Gus Fawait.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara. SPPG yang telah melengkapi seluruh persyaratan dipastikan dapat kembali beroperasi seperti semula.
“Kalau perizinan sudah lengkap, tentu bisa berjalan kembali. Pemkab Jember siap membantu jika proses perizinan itu menjadi kewenangan daerah,” tegasnya.
Namun, untuk aspek kualitas dan kesesuaian menu makanan, Gus Fawait menekankan hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola SPPG.
“Kalau terkait menu yang tidak sesuai standar program, itu bukan ranah kami untuk membantu. Ada aturan tersendiri yang harus dipatuhi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Di Kabupaten Jember, apabila seluruh sekitar 280 SPPG telah beroperasi secara penuh, perputaran ekonomi diperkirakan bisa mencapai Rp4 triliun.
“Program ini sangat dinantikan masyarakat. Dampaknya juga bisa luar biasa karena melibatkan banyak pelaku usaha di daerah,” ungkapnya.
