Logo

Kronologi Pemuda asal Madiun Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

Reporter:,Editor:

Senin, 04 May 2026 08:03 UTC

Kronologi Pemuda asal Madiun Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

Petugas BPBD Surabaya dan polisi amankan lokasi pria berinisial RO yang tewas di pelataran hotel, Sabtu, 2 Mei 2026 malam. Foto: Command Center 112

JATIMNET.COM, Surabaya – (Kesehatan mental perlu mendapat perhatian serius. Bagi anda atau orang di sekitar anda yang mengalami tekanan emosional, depresi, atau persoalan psikologis berat, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, maupun layanan konseling terpercaya. Karena setiap nyawa begitu berharga)

Polsek Tegalsari Surabaya mengungkap penyebab tewasnya seorang pemuda berinisial RO (22), warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Korban ditemukan meninggal dunia di area parkir sebuah hotel di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Sky Lounge 147 yang berada di lantai 20 gedung hotel tersebut sekitar pukul 22.10 WIB.

Peristiwa itu sontak menggegerkan pengunjung hotel dan warga sekitar. Korban meninggal seketika setelah jatuh dari ketinggian sekitar 70 meter.

Saksi mata bernama Rizal mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras dari area parkir ketika dirinya sedang bertugas mengatur kendaraan di depan hotel.

"Setelah ada suara yang jatuh itu, petugas keamanan langsung panik dan membawa alat penutup untuk menutupi korban," katanya.

Petugas kepolisian bersama tim identifikasi saat itu segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban.

Dalam pendalaman kasus, polisi juga mengungkap bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat menjalani perawatan di RS Jiwa Bangli, Bali, selama satu bulan pada Oktober 2025.

Setelah itu, korban sempat dimasukkan ke pondok pesantren di Ponorogo, namun dilaporkan kabur beberapa bulan kemudian. Polisi menduga kondisi depresi yang dialami korban menjadi salah satu faktor utama di balik aksi nekat tersebut.