Jumat, 20 March 2026 03:00 UTC

Aktivitas penumpang yang turun di Bandara Notohadinegoro, Jember. Foto: Adi
JATIMNET.COM, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan program transportasi gratis bagi wisatawan rombongan guna mendongkrak sektor pariwisata daerah. Fasilitas ini ditujukan bagi kelompok wisatawan yang datang menggunakan pesawat dengan jumlah minimal 10 orang.
Layanan tersebut mencakup penjemputan dari bandara menuju hotel, transportasi selama berada di Jember, hingga perjalanan ke berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan wisata.
“Fasilitas ini kami siapkan mulai dari penjemputan di bandara ke hotel, kemudian transportasi selama berwisata di Jember, termasuk perjalanan ke sejumlah destinasi wisata,” ujar Bobby saat dikonfirmasi, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jember dalam memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Tapal Kuda.
"Silakan masyarakat dari Jakarta, Surabaya ataupun Bali yang mau berwisata ke Jember di masa libur lebaran ini, bisa memanfaatkan layanan gratis ini. Syaratnya itu tadi, rombongan minimal 10 orang," papar pria yang pernah menjabat sebagai Kadiskominfo Jember ini.
Dengan kekayaan alam yang beragam, mulai dari pegunungan hingga garis pantai selatan, Jember dinilai memiliki daya saing kuat. Selain itu, daerah ini juga diproyeksikan sebagai pusat penghubung (city hub) bagi wisatawan yang ingin menjelajahi wilayah timur Pulau Jawa.
“Secara geografis, Jember sangat strategis. Wisatawan yang ingin ke Kawah Ijen maupun Gunung Semeru bisa menjadikan Jember sebagai titik keberangkatan,” kata Bobby.
Kemudahan akses menuju Jember juga semakin terbuka seiring tersedianya penerbangan langsung dari sejumlah kota besar. Saat ini, perjalanan dari Jakarta ke Jember dapat ditempuh sekitar dua jam melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Sementara dari Denpasar, waktu tempuhnya hanya sekitar 40 menit.
Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat maupun agen perjalanan untuk memanfaatkan fasilitas ini. Namun, mereka diimbau melakukan koordinasi terlebih dahulu melalui kanal resmi pemerintah.
“Silakan berkoordinasi melalui media sosial resmi kami agar pelayanan bisa dipersiapkan dengan optimal,” pungkasnya.
