Senin, 13 April 2026 08:00 UTC

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (lima dari kiri) saat menghadiri peletakan batu pertama proyek pembangunan Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Laut Pasir Putih Bromo, Senin siang, 13 April 2026. Foto: Zulalif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Laut Pasir Putih Bromo, Senin siang, 13 April 2026.
Kegiatan groung breaking ini ditandai dengan ditancapakannya patok pertama dari 9.700 patok yang akan dipasang di sepanjung JLKT.
Khofifah menyatakan bahwa proyek JLKT merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi (pemprov) dalam menjaga kelestarian kawasan Bromo. Tujuan lainnya, meningkatkan kualitas pariwisata.
“Kami ingin memastikan bahwa keindahan Bromo tetap lestari, namun juga memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Ini adalah bentuk keseimbangan antara konservasi dan pengembangan wisata,” jelasnya.
Proyek JLKT ini ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. Kehadirannya, diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kawasan wisata yang lebih tertata dan berkelanjutan.
BACA: Pulihkan Ekosistem Pascalibur Lebaran, Gunung Bromo Ditutup Sepekan
Setelah jadi, JLKT ini bakal membentang sepanjang 13 kilometer dengan lebar 18 meter yang menghubungkan wilayah Cemoro Lawang di Probolinggo hingga Jemplang di Malang.
Selain penataan jalur, pembangunan ini juga dilengkapi dengan berbagai infrastruktur pendukung. Mulai dari seperti pemasangan patok setinggi 1,5 meter dengan jarak antarpatok 2,5 meter yang diperkuat dengan tali sling baja.
Patok tersebut nantinya dicat merah hitam dan dilengkapi stiker reflektor untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.
Tak hanya itu, pemerintah juga bakal membangun 60 titik resapan air guna mencegah banjir di jalur wisata. Selain itu, menyiapkan tiga rest area yang dilengkapi lengkap dengan fasilitas parkir di kawasan Laut Pasir Bromo.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga meresmikan dua tandon air untuk menyuplai kebutuhan air bersih di rest area tersebut.
Sementara itu, peletakan batu pertama proyek JLKT turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan unsur Forkopimda, termasuk Bupati Probolinggo, Bupati Lumajang, serta Wakil Bupati Pasuruan, bersama tokoh adat Suku Tengger.
