Minggu, 17 May 2026 13:30 UTC

Destinasi wisata Watu Rumpuk di kawasan Lereng Gunung Wilis yang masuk Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun menjadi jujugan pelancont. Foto:. Nugroho
JATIMNET.COM – Sektor pariwisata global saat ini tengah menghadapi dinamika berat seiring dengan kelesuan ekonomi yang melanda berbagai belahan dunia.
Tidak terkecuali di Kabupaten Madiun. Tekanan finansial ini berdampak langsung pada penurunan alokasi anggaran daerah untuk sektor pariwisata secara drastis.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersama para pelaku usaha lokal menolak menyerah pada keadaan.
Pemkab berupaya mengoptimalkan potensi wisata alam dan mendorong strategi kemandirian berbasis komunitas.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Puji Rahmawati mengatakan potensi wisata yang menonjol di daerah tersebut berbasis alam.
Mayoritas wilayahnya di daerah lereng Gunung Wilis, meliputi Kecamatan Gemarang, Kare, Wungu, dan Dagangan.
Di Kecamatan Gemarang, ia menjelaskan, destinasi wisata alam itu meliputi Water Park Batok k, air terjun Kedung Drajat, Kedung Jaran, Kedung Tangis, dan Kedung Tari.
Kemudian, di wilayah Kare, di antaranya wana wisata Nongko Ijo, Gligi Forest Park Hutan dan Air Terjun Kedung Malem.
Adapun destinasi wisata alam di wilayah Kecamatan Wungu, seperti Wana Wisata Grape. Kemudian, berpindah ke Kecamatan Dagangan yang menawarkan Watu Rumpuk.
Sedangkan destinasi wisata di wilayah Kecamatan Saradan, seperti Waduk Bening Widas, dan Pancur Pitu.
“Kami punya wisata alam andalan di Kare, Saradan, ada Gemarang, dan yang lain,” ujar Puji belum lama ini.
Terkait dengan keterbatasan anggaran dalam mendukung sektor pariwisata lokal, ia menegaskan bahwa pihak Disparpora semakin intens menggandeng kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Tujuannya, agar mereka lebih kreatif untuk tetap bertahan di tengah kondisi perekonomian global yang sedang merosot.
"Tapi apa pun itu, kami tetap men-support teman-teman pelaku pariwisata itu untuk tidak patah semangat gitu ya. Karena kami juga selalu menekankan kepada teman-teman pelaku pariwisata itu, jangan hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah,” jelas Puji.
Maka, pokdarwis yang mayoritas sebagai pengelola destinasi wisata di Kabupaten Madiun diminta menggelar event. Tujuannya, agar mampu menarik kunjungan wisatawan yang akan berdampak pada perekonomian warga di sekitar lokasi wisata.
