Pembangunan Alun-alun Surabaya Tunggu Tuntasnya Sengketa Lahan

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:19

JATIMNET.COM, Surabaya –Pemkot Surabaya akan memulai pembangunan alun-alun pada bulan Juni 2019. Mengacu hasil sidang yang mengabulkan gugatan sengketa tanah yang diajukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis 14 Maret 2019.

Dalam sidang tersebut, wali kota mengajukan gugatan atas kepemilikan tanah di Jalan Pemuda nomor 17 dengan PT Maspion Tbk. Sebab jalan tersebut akan dijadikan ruang publik, yakni Alun-alun Surabaya.

“Kami menunggu selama 14 hari dari hasil sidang untuk menunggu pengosongan tanah atau hak untuk mengajukan banding pihak Maspion,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M.Fikser saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa 19 Maret 2019.

Hingga saat ini pemkot telah melalui dua tahapan hak atas kepemilikan tanah di Jalan Pemuda Nomor 17 Surabaya tersebut. Yakni memenangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan sidang perdata di PN Surabaya.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Pompa Air Atasi Banjir Rob

Fikser berharap pihak Maspion tidak mengajukan banding kepada pemkot. Sebab dalam persidangan sudah ditetapkan bahwa tanah tersebut merupakan hak pemkot. “Semoga tidak ada kendala, agar kami bisa segera memulai pembangunannya,” katanya.

Fikser menambahkan pemkot sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Alun-alun Kota Surabaya sebesar Rp 80 miliar melalui APBD. Namun pembangunannya akan disinergikan dengan pembangunan basement Balai Pemuda yang masih dalam tahap lelang.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Iman Krestian lahan yang dibutuhkan membangun alun-alun sekitar 1,4 hektar.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Siapkan Rekayasa Lalin Jalan Yos Sudarso

“Lahan ini nantinya akan dijadikan sebagai ruang publik, yang menyediakan tempat liburan, pusat studi, handicraft center di sentra ukm, dan pusat kuliner,” jelas Iman.

Beberapa bagian dalam pembangunan alun-alun meliputi muara akses keluar-masuk kendaraan dengan panjang sekitar 60 meter persegi dan lebar kurang lebih 2 meter.

Terdapat pula lobby drop off, art sculpture dengan perkiraan tinggi tiga meter dan berdiri di atas water fountain dengan diameter sekitar enam meter, sculpture parametric shelter yang naungannya berkonsep parametric.

Sealin itu, empat amphitheater dengan lebar 1-1,5 meter dan area tempat duduk dengan ukuran 15-20 cm, dan sisanya untuk muara pejalan kaki dari sentra kuliner basement.

Baca Juga

loading...