JATIMNET.COM, Surabaya – Tertangkapnya Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin berdampak pada psikologi pegawai. Meski begitu pelayanan di kantor Kemenag Jatim di Jalan Raya Juanda Sidoarjo tetap berjalan seperti biasanya.

Dari pengamatan Jatimnet, kondisi di Kanwil Kemenag Jatim dalam kondisi sepi. Mayoritas pegawai terlihat berkerja di bidang masing masing. Tak hanya itu, pelayanan pendaftaran haji juga masih dibuka seperti biasanya.

Semua karyawan tetap bekerja seperti sedia kala. Aktivitas tersebut tidak jauh berbeda dengan saat terjadi penangkapan Haris pada Jumat 15 Maret 2019 lalu. Yang membedakan adalah ruangannya masih terlihat disegel KPK.

BACA JUGA: Harta HRS Tersangka Suap Kemenag Jatim Rp 2,4 miliar

Ada petugas keamanan dari Kanwil Kemenag Jatim yang berjaga di dekat ruangan tersebut. Sejak penangkapan itu, ruangan Kepala Kanwil Kemenag Jatim steril dari semua aktivitas.

Humas Kanwil Kemenag Jatim, Markus mengatakan tertangkapnya Kepala Kanwil Kemenag Jatim memberi dampak pada psikologi pegawai. Namun dia menegaskan aktivitas harus tetap berjalan.

“Pasti ada dampak, tapi bagaimana juga aktivitas di kantor tidak boleh berhenti,” kata Markus saat ditemui Jatimnet.com, Senin 18 Maret 2019.

BACA JUGA: Kekayaan MFQ Tersangka Kasus Suap Kemenag Rp 689 Juta

Salah satu yang paling berdampak adalah opini publik terhadap kantor Kemenag Jatim. Sebab di dalam kantor banyak terdapat tokoh-tokoh agama yang kerap memberi pitutur.

Markus tidak menduga pimpinannya bakal diseret Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Padahal selama ini sikap Haris kepada anak buah cukup bagus. "Pak Haris cukup baik kepada seluruh karyawan. Terutama saat berdiskusi, beliau selalu bersedia dimintai pendapat," katanya.

Markus menjelaskan posisi pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Jatim yang masih kosong. Menurut dia, kebijakan tersebut langsung ditangani Kementerian Agama. “Karena yang berwenang kantor pusat (Kementerian Agama) untuk menentukan Plt,” Markus menutup wawancara.