Laporan dibuat tahun 2013

Harta HRS Tersangka Suap Kemenag Jatim Rp 2,4 miliar

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 18 Maret 2019 - 13:42

JATIMNET.COM, Surabaya - Harta Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) dilaporkan sebesar Rp 2.432.343.599 per 18 Desember 2013.

HRS ditetapkan tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan anggota DPR RI Muchammad Romahurmuziy  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Laporan harta kekayaan milik HRS dibuat sehari lebih awal dari milik MFQ, pada 18 Desember 2013.

Harta total sebesar Rp 2,4 miliar itu terbesar berasal dari harta tidak bergerak dalam bentuk tiga aset tanah dan bangunan senilai Rp 1,1 miliar.

BACA JUGA: KPK Segel Ruang Kakanwil Kemenag Jatim

Dua di antara aset tanah dan bangunan yang masing-masing terletak di Surabaya dan Sidoarjo berasal dari hibah dan hasil sendiri di tahun 2005 dan 2008. Satu aset lain berasal dari perolehan sendiri tahun 2013 berada di Trenggalek.

Nilai terbesar berikutnya berasal dari giro dan setara kas dengan dua item bernilai total Rp 942 juta. Masing-masing diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp 317 juta dan satu item berasal dari hibah senilai Rp 625 juta.

HRS mendaftarkan dua alat transportasi yang berasal dari hasil sendiri di tahun 2010 dan 2011 berupa satu Mitsubishi Pajero Sport dan satu Yamah V-xion. Kedunya bernilai Rp 312 juta.

Empat item lain yang didaftarkan dalam kategori harta bergerak berupa emas dan logam mulia bernilai Rp 44,5 juta.

BACA JUGA: Kekayaan MFQ Tersangka Kasus Suap Kemenag Rp 689 Juta

Bentuknya antara lain dua item logam mulia dengan perolehan masing-masing tahun 2008 dan 2009 yang berasal dari hasil perolehan sendiri dan hibah. Serta dua item benda bergerak lain yang tidak disebutkan bentuknya berasal dari perolehan sendiri dan hibah di tahun 2005.

Dua usaha lain dalam bentuk dua item stand pasar bernilai total Rp 24 juta juga didaftarkan dengan asal dari perolehan sendiri di tahun 2013.

HRS ditetapkan tersangka dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019 setelah didahului dengan operasi tangkap tangan di Jawa Timur Jumat 15 Maret dengan total uang yang diamankan KPK senilai Rp 156.758.000.

HRS disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga

loading...